Analisis Faktor Penyebab Kerusakan Map Rekam Medis di Rumah Sakit Citra Husada Jember
DOI:
https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.725Keywords:
Kerusakan, Map, Rekam Medis, Rumah SakitAbstract
Rekam medis merupakan dokumen rahasia pasien yang harus dijaga kerahasiaannya, keamanannya, dan terbebas dari kerusakan fisik. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada Juni 2022 di unit RM RS Citra Husada Jember sebanyak 198 atau 60% kerusakan DRM. Kerusakan berupa map berlubang akibat staples tracer, map robek sehingga formulir di dalamnya tidak terlindungi dan bagian nomor rekam medis bagian samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kerusakan map DRM di RS Citra Husada Jember menggunakan teori unsur 7M (man, methods, machine, material, media, motivation and money). Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode wawancara dan observasi sebagai pengumpulan data. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan metode pengumpulan data wawancara dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari 4 informan. Memprioritaskan masalah dengan metode USG dan upaya rekomendasi dengan brainstrorming. Hasil penelitian berdasarkan prioritas masalah dengan USG didapatkan penyebab kerusakan map rekam medis adalah tingkat kualitas kertas map kurang, kurangnya pengetahuan dan kedisiplinan petugas mengenai pengelolaan pemeliharaan rekam medis. Upaya perbaikan melakukan desain ulang map menggunakan kertas artpaper 260gr lapisan glossy, memberikan pelatihan dan seminar kepada petugas mengenai pengelolaan pemeliharaan rekam medis untuk memberikan peranan penting dalam pengetahuan pegawai, dan memberikan pengawasan serta sanksi kepada petugas untuk memberikan peranan penting dalam memelihara kedisiplinan pegawai.
References
[1] A. Anfal, “Pengaruh kualitas pelayanan dan citra rumah sakit terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap Rumah Sakit Umum Sundari Medan tahun 2018,” Excell. Midwifery J., vol. 3, no. 2, pp. 1–19, 2020.
[2] Hasmah, Musfirah, and Syamsiana, “Pengelolaan berkas rekam medis pasien rawat inap Bangsal Mawar di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar,” J. Kesehat. Masy., vol. 8, no. 1, pp. 107–115, 2022.
[3] A. Zulham, Z. A. Ritonga, and F. M. Sari, “Tinjauan sistem penyimpanan berkas rekam medis di RSUP H. Adam Malik tahun 2019,” J. Ilm. Perekam dan Inf. Kesehat. Imelda, vol. 4, no. 2, pp. 637–647, 2019.
[4] Z. A. Ritonga and A. J. Wannara, “Faktor-faktor penyebab keterlambatan waktu penyediaan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Umum Madani tahun 2019,” J. Ilm. Perekam dan Inf. Kesehat. Imelda, vol. 5, no. 1, 2020.
[5] N. Nurhasanah and Y. Y. Yuniar, “Tinjauan penyebab kerusakan dokumen rekam medis bagian filing di Rumah Sakit BMC Mayapada,” J. Innov. Res. Knowl., vol. 1, no. 4, pp. 473–478, 2021.
[6] A. M. Ilma and S. Puspasari, “Faktor-faktor penyebab kerusakan dokumen rekam medis di ruang filing RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2019,” Manaj. Inf. Kesehat., pp. 17–24, 2019.
[7] D. S. Pratama, F. Erawantini, and P. D. S. Hendyca, “Telaah kesehatan dan keselamatan kerja unit filing di instalasi rekam medis RSUD Sleman,” J-REMI: J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 2, no. 2, pp. 264–270, 2018.
[8] N. Ohoiwutun and S. S. Setiatin, “Pengaruh latar belakang pendidikan perekam medis terhadap sistem penyimpanan rekam medis di RSUD Boven Digoel,” Cerdika J. Ilm. Indones., vol. 1, no. 8, pp. 1029–1036, 2021.
[9] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis,” Jakarta, Indonesia, 2013.
[10] N. Kamilia, R. A. Wijayanti, and I. Nurmawati, “Identifikasi faktor penyebab penumpukan berkas rekam medis aktif di RS Husada Utama,” J-REMI: J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 1, no. 4, pp. 476–483, 2020.
[11] K. E. Werdani, “Pencapaian standar pengolahan rekam medis sebelum dan sesudah pelatihan di RSUD Pacitan,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 4, no. 1, pp. 62–66, 2016.
[12] M. Lestari, “Analisis faktor penyebab kerusakan dokumen rekam medis berdasarkan pendekatan faktor manajemen 6M di rumah sakit: Literature review,” 2021.
[13] T. G. Wati and N. Nuraini, “Analisis kejadian missfile berkas rekam medis rawat jalan di Puskesmas Bangsalsari,” J-REMI: J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 1, no. 1, pp. 23–30, 2019.
[14] R. S. Hadiyanti, M. I. Hafizan, and S. Setiatin, “Faktor-faktor penyebab kerusakan fisik rekam medis rawat jalan di Puskesmas Paseh,” Cerdika J. Ilm. Indones., vol. 1, no. 10, pp. 1334–1344, 2021.
[15] A. R. Syafarudin, “Faktor penyebab kerusakan dokumen rekam medis di Puskesmas Tambak 1,” Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 3, no. 4, pp. 386–393, 2023.
[16] A. Meianti, H. Rohman, and A. Mayretta, “Perencanaan implementasi unit kerja rekam medis untuk Klinik Pratama Pancasila Baturetno Wonogiri,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 6, no. 2, p. 135, 2018.
[17] I. Suhartina, “Analisis efektivitas SOP pelaksanaan penyimpanan berkas rekam medis di Puskesmas Lawang,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 7, no. 2, p. 128, 2019.
[18] A. Yunita, Arnawilis, and Y. Irawan, “Upaya instalasi rekam medis dalam menjaga keamanan rekam medis di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center,” J. Rekam Medis (Medical Record Journal), vol. 1, no. 3, pp. 310–325, 2022.
[19] A. N. Wardani, “Redesain map rekam medis rawat inap berdasarkan aspek fisik, anatomi, dan isi di RSUD Kabupaten Sidoarjo,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.
[20] R. Kaharu, S. M. Rahmah, and S. Hamid, “Tinjauan faktor-faktor penyebab kerusakan dokumen rekam medis rawat inap di RSUD Otanaha Kota Gorontalo tahun 2021,” Baktara J. Health Inf., vol. 1, 2021.
[21] A. R. Nugraeni, “Tinjauan faktor-faktor penyebab kerusakan rekam medis dari aspek fisik, kimia, dan biologi di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal,” Undergraduate Thesis, Poltekkes Kemenkes Semarang, Semarang, Indonesia, 2020.
[22] D. R. Santy, “Tinjauan faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan fisik dokumen rekam medis rawat jalan di RSUD Dr. Soeroto Ngawi,” Undergraduate Thesis, STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun, Madiun, Indonesia, 2021.
[23] A. N. Kholifah, N. Nuraini, and A. P. Wicaksono, “Analisis faktor penyebab kerusakan berkas rekam medis di Rumah Sakit Universitas Airlangga,” J-REMI: J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 1, no. 3, pp. 364–373, 2020.
[24] S. Rawa and K. A’yun, “Upaya pemberian reward pada mata pelajaran PAI,” Uniqbu J. Soc. Sci., vol. 3, no. 1, pp. 156–165, 2022.
[25] T. Andjarwati, “Motivasi dari sudut pandang teori hirarki kebutuhan Maslow, teori dua faktor Herzberg, teori X dan Y McGregor, serta teori motivasi prestasi McClelland,” J. Ilmu Ekon. dan Manaj., vol. 1, pp. 45–54, 2015.
[26] N. Kamil, D. S. H. Putra, F. Erawantini, and N. Muna, “Evaluasi kinerja petugas distribusi berkas rekam medis rawat jalan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang,” J-REMI: J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 2, no. 1, pp. 155–168, 2020.
[27] S. Salsabila, “Analisis faktor penyebab kerusakan berkas rekam medis di Puskesmas Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.
[28] I. Wijaya, E. Kustyarini, and N. Handayani, “Evaluasi realisasi anggaran belanja pada Rumah Sakit X Bekasi,” J. Ekon. dan Manaj., vol. 2, no. 1, pp. 73–89, 2023.
[29] A. K. D. Aprilia, I. Nurmawati, and R. A. Wijayanti, “Identifikasi penyebab keterlambatan penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya tahun 2020,” J-REMI: J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 1, no. 4, pp. 630–638, 2020.
[30] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Manajemen Kesehatan. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2016.




