Redesain Ruang Filling dengan Pendekatan Ergonomi di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek
DOI:
https://doi.org/10.47134/phms.v1i1.673Keywords:
Antropometri, Desain, Ergonomi, Ruang FillingAbstract
Ruang fillling di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Trenggalek belum ergonomis dikarenakan ukuran luas ruangan yang belum sesuai dengan standar Permenkes Nomor 43 Tahun 2019. Banyak rekam medis yang disimpan dalam kardus karena rak penuh, tempat duduk dan meja kerja yang digunakan petugas belum sesuai dengan antropometri petugas. Hal ini mempengaruhi kenyamanan para pegawai, dengan keadaan ruangan yang seperti itu pekerjaan menjadi tidak nyaman. Tujuan di penelitian ini adalah untuk menganalisis keadaan dan memperbarui desain ruang filling dengan ilmu ergonomi di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Hasil dari penelitian ini adalah kondisi ruangan yang kurang memadai, jumlah rak rekam medis yang tidak seimbang dengan jumlah dokumen serta tempat duduk dan area kerja yang tidak sesuai dengan antropometri petugas. Peneliti memvisualisasikan dalam bentuk desain rak rekam medis, meja kerja, kursi kerja dan ruang filling yang ergonomis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu desain ruangan baru dengan luas 52 m², desain rak rekam medis, meja dan kursi kerja sesuai antropometri petugas. Saran dari peneliti perlu penambahan jumlah rak agar sesuai dengan luas ruangan yang ada dan dapat menyimpan semua dokumen rekam medis.
References
[1] Permenkes, RI (2018) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
[2] Hammaminata, H., Weka Santi, M., Adi Wijayanti, R., (2021). Desain Ergonomi Ruang Filling Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (Vol. 2, Edisi 3). DOI: 10.25047/j-remi.v2i3.2253
[3] Nuraeni, R., Yulia, V., Setiatin, S., (2021). Evaluasi Pengelolaan Filling Rekam Medis Untuk Pencegahan Kesalahan Petugas Rekam Medis Di Rumah Sakit Hermina Arcamanik Bandung. Jurnal Medika Hutama. (Vol 09, No 2).
[4] Permata Sari Lubis, S., Handayani, J., (2018). Tinjauan Kebutuhan Rak Penyimpanan Berkas Rekam Medis Untuk 5 Tahun Kedepan Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Perekam Dan Informasi Kesehatan Imelda. (Volume 3, No 1).
[5] Widodo, R., Tinggi, S., dan Kesejahteraan, I. (2020). Perhitungan Kebutuhan Rak Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Di Ruang Filling Rumah Sakit Umum Anna Medika Madura Calculation of Rack Medical Record Storage in the Filling Room of Anna Medika General Hospital Madura. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Ngudia Husada Madura. (Vol 02, No 3).
[6] Rahmania, D., Permana Wicaksono, A., Nuraini, N., (2020). Desain Rak Penyimpanan Berkas Rekam Medis Di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan Volume 2 No.1. DOI: 10.25047/j-remi.v2i1.2113
[7] Arumantika. A., (2018). Desain Ulang Tata Ruang Unit Kerja Rekam Medis Dengan Pendekatan Ergonomi Di Rsud Dr Haryoto Lumajang. Politeknik Negeri Jember.
[8] Permenkes, RI (2022) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
[9] Yunita, S., (2020). Perencanaan Tata Ruang sebagai Upaya Mewujudkan Pembangunan Kota Berkelanjutan (Studi Analisis Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Mojokerto). In JIAP (Vol. 6, Issue 1). DOI: 10.31764/jiap.v6i1.1603
[10] Estiyana. E., (2021). Tinjauan Deskriptif Aspek Ergonomi Tata Ruang Tempat Penyimpanan Rekam Medis Di Rumah Sakit Pelita Insani Martapura, Jurnal Kesehatan Indonesia Vol XI No.2. DOI: 10.33657/jurkessia.v11i2.539
[11] Rachman Waluyo, M., (2015). Desain Ulang Lemari Arsip Fleksibel Dengan Pendekatan Perancangan Generik. In Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri (Vol. 4, Issue 2). DOI: 10.36040/jtmi.v4i2.142
[12] Suryanto, H., Munawwarah, A., & Fitriyana, B. A. (2021). Perhitungan Kebutuhan Rak Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Dan Luas Ruang Filling Di Rumah Sakit Tahun 2020-2024. Jurnal Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan, Vol 4(1), 8–17. https://doi.org/10.31983/jrmik.v4i1.6779
[13] Putri, A., Triyanti, E., Setiadi, D., (2014). Analisis Tata Ruang Tempat Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Pasien Ditinjau Dari Aspek Antropometri Petugas Rekam Medis. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, ISSN:2337-585X, Vol.3, No.1, Oktober 2014.
[14] Firmansyah. G.C., (2020). Penggunaan Kursi Ergonomi Untuk Menurunkan Keluhan Otot Rangka. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. (Vol 9).
[15] Permenkes, RI (2014) Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Pengelompokan dan Perizinan Klinik Kesehatan. Jakarta: Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia.
[16] Wati, T. G., & Nuraini, N. (2019). Analisis Kejadian Misfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Bangsalsari. J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 1(1), 23–30. DOI: 10.25047/j-remi.v1i1.1932
[17] Oktavia, N., Djohar, D., & Damayanti, F. T. (2018). Analisis Penyebab Terjadinya Misfile Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di Ruang Penyimpanan (Filling) RSUD Kota Bengkulu Tahun 2017. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 6(2), 79–86. DOI: 10.33560/jmiki.v6i2.190
[18] Salim, F. T., Deharja, A., & Rachmawati, E. (2020). Evaluasi Kejadian Misfile Rekam Medis Menggunakan Metode FOCUS PDCA di RSUP Sanglah. J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 2(1), 50–56. DOI: 10.25047/j-remi.v2i1.1981
[19] Saputra, D., & Wagiran. (2020). Perancangan Tracer Untuk Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Di Puskesmas. Jurnal Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (JUPERMIK), 3(2), 69–73. DOI: 10.36086/jupermik.v3i2.1047
[20] Sindy, S. L., & Pratama, R. Y. (2019). Desain Tracer (Outguide) Pada Ruang Penyimpanan Rekam Medis Di Puskesmas Sungai Durian Sintang. JUPERMIK (Jurnal Perekam Medis dan Informasi Kesehatan), 2(2), 54–62. DOI: 10.36086/jupermik.v2i2.440
[21] Husin, H., Persadha, G., & Nurhaliza, F. A. (2021). Tata Letak Ruang Unit Kerja Rekam Medis Di RSUD Dr.H.Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi, 3(2), 30–42. DOI: 10.52674/jkikt.v3i2.54
[22] Arifin, I., Heltiani, N., Anggita, F., Athamila Putri, F., Abel Eka Prasetya, D., & Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti, S. (2022). Pentingnya Tracer Rekam Medis Sebagai Sarana Pelacak Rekam Medis Yang Keluar Dari Rak Filing Di Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu. PAKDEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 121–128. DOI: 10.58222/pakdemas.v1i3.52
[23] Karlina, D., Putri, I. A., & Santoso, D. B. (2016). Kejadian Misfile dan Duplikasi Berkas Rekam Medis Sebagai Pemicu Ketidaksinambungan Data Rekam Medis. Jurnal Kesehatan Vokasional, 1(1), 44–52. DOI: 10.22146/jkesvo.27477
[24] Rahmadhani, N. S., & Wijayanti, R. A. (2021). Analisis Faktor Penyebab Misfile Dokumen Rekam Medis di Puskesmas. J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 2(4), 580–587. DOI: 10.25047/j-remi.v2i4.2456
[25] Maulidina, M. S. (2021). Analisis Faktor Penyebab Misfile Berkas Rekam Medis Di Ruang Filing: Literature Review. Politeknik Negeri Jember.




