Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan
DOI:
https://doi.org/10.47134/phms.v1i1.671Keywords:
Keterlambatan, Pengembalian, Rawat Inap, Rekam Medis, Rumah SakitAbstract
Standar pengembalian rekam medis rawat inap yaitu 2x24 jam setelah pasien keluar. Berdasarkan hasil observasi di RSUD Bangil bahwa rata-rata keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap sebesar 69,79%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di RSUD Bangil. Hasil penelitian berdasarkan faktor ability yaitu petugas admin ruangan yang tidak memiliki pendidikan minimal D-III rekam medis. Faktor motivation yaitu belum adanya pemberian penghargaan (reward) dan belum adanya pemberian hukuman (punishment) kepada petugas. Faktor opportunity yaitu belum adanya sosialisasi SOP pengembalian rekam medis dan petugas admin ruangan belum pernah mendapat pelatihan terkait rekam medis. Saran yang diberikan peneliti yaitu kepala rekam medis memberikan pelatihan kepada petugas admin ruangan terkait pengelolaan rekam medis, mengajukan diberlakukannya pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment), sosialisasi secara berkala mengenai SOP pengembalian rekam medis dan memberikan pelatihan dasar rekam medis mengenai pengembalian rekam medis kepada petugas.
References
[1] R. A. Listiyono, “Studi Deskriptif Tentang Kuaitas Pelayanan di Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Pasca Menjadi Rumah Sakit Tipe B,” Kebijakan dan Manajemen Publik, vol. 1, no. 1, hlm. 5, 2015, Diakses: 13 Maret 2023. [Daring]. Tersedia pada: http://journal.unair.ac.id/KMP@studi-deskriptif-tentang-kualitas-pelayanan-kesehatan-di-rumah-sakit-umum-dr.-wahidin-sudiro-husodo-kota-mojokerto-pasca-menjadi-rumah-sakit-article-8574-media-138-category-8.html
[2] Kemenkes, “Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien,” 2018.
[3] R. Nur dan K. Rohman, “Analisa Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap ke Unit Kerja Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo,” 2016. Diakses: 13 Maret 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://stikespanakkukang.ac.id/assets/uploads/alumni/d918a4ba69752cbdef76f6f03571cabd.pdf
[4] S. P. Robbins dan T. A. Judge, Perilaku Organisasi, 16 ed. Jakarta: Salemba Empat, 2015.
[5] Darsini, Fahrurrozi, dan E. A. Cahyono, “Pengetahuan ; Artikel Review,” Jurnal Keperawatan, vol. 12, no. 1, 2019. doi: 10.32583/keperawatan.v12i1.371.
[6] Y. Lieskyantika, “Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas RM RI di RS Tk. II. dr. Soedjono Magelang,” Yogyakarta , 2018. doi: 10.25047/j-remi.v3i3.3164.
[7] R. A. Wijayanti dan N. Nuraini, “Analisis Faktor Motivasi, Opportunity, Ability dan Kinerja Petugas Program Kesehatan Ibu di Puskesmas (Analysis Of Motivation, Opportunity, Ability and Performance Maternal Health Programs In Puskesmas),” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 6, no. 1, hlm. 7–12, 2018, doi: 10.33560/jmiki.v6i1.178.
[8] Kemenkes, Keputusan Menteri Kesehatan No. 377 tentang Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. 2007.
[9] Kemenkes, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis. Indonesia, 2013.
[10] A. S. Wijiyanto, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Banyuanyar Sampang,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, hlm. 2, 2022, Diakses: 13 Maret 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://sipora.polije.ac.id/17932/. doi: 10.25047/j-remi.v3i3.3164.
[11] A. R. Fadillah, “Analisis Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Jalan dI Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 1, hlm. 64–72, Des 2020. doi: 10.25047/j-remi.v2i1.1988.
[12] N. Kamil, “Evaluasi Kinerja Petugas Distribusi Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di RSUD dr. Saiful Anwar Malang,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 3, hlm. 291–294, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v2i1.2077.
[13] R. Krisnawati, “Tinjauan Waktu Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Poli Paru Dan Poli Jantung Di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan, hlm. 25–33, 2021, doi: https://doi.org/10.51851/jmis.v6i1.237.
[14] F. Octaviantini, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Tongas,” Jember, 2018.
[15] N. Nuraini, G. Soeryo, dan H. Yusmaini, “Hubungan Faktor Demografi, Periode dan Lama Kerja Dokter Terhadap Keterlambatan Pengisian Resume Medis Pasien BPJS di Ruang Rawat Inap RSAU dr. Esnawan Antariksa,” Jurnal Profesi Medika, vol. 10, no. 1, Jan 2016. doi: 10.33533/jpm.v10i1.22.
[16] M. D. Afifar, “Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian DRM Pasien Rawat Inap di Puskesmas Kademan Bondowoso,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 2020. doi: 10.25047/j-remi.v1i4.2102.
[17] M. Asir dan Rahmi, “Manajemen dan Metode Pelatihan pada Irwani Pane Institute,” Jurnal Pendidikan Indonesia (Teori, Penelitian dan Inovasi), vol. 1, no. 2, hlm. 1–13, Sep 2021. doi: 10.59818/jpi.v1i2.12.
[18] F. Wardhina dan N. Rahmadiliyani, “Sosialisasi Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di RSU Mawar Banjarbaru,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 2, no. 3, hlm. 231–235, Jun 2022, doi: 10.52436/1.jpmi.609.
[19] K. Rakhmaningrum dan B. Nudji, “Hubungan Motivasi Kerja terhadap Kepatuhan dalam Pengembalian Berkas Rekam Medis di Seksi Rekam Medis Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo,” Jurnal Manajemen Kesehatan STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo, vol. 2, no. 2, hlm. 153–162, 2016. doi: 10.29241/jmk.v2i2.76.
[20] G. A. A. I. Pradnyani, “Pengaruh Reward dan Punishmen Terhadap Motivasi Kerja Karyawan pada CV Ayudya Tabanan Bali,” Prospek: Jurnal Manajemen dan Bisnis, vol. 2, no. 1, hlm. 28, 2020, doi: https://doi.org/10.23887/pjmb.v2i1.26186.
[21] S. S. Devi, N. S. H. Rini, dan L. Hakim, “Pengaruh Implementasi Standar Prosedur Operasional Pengembalian Rekam Medis di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang,” Jurnal Kedokteran Brawijaya, vol. 29, no. 3, hlm. 265–268, 2016, [Daring]. Tersedia pada: http://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/article/view/1680. doi: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.15.
[22] S. M. B. Nugroho, “Analisis Penyebab Keterlambatan Berkas Rekam Medis Rawat Inap dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen Puskesmas di Puskesmas Labruk Kidul Kabupaten Lumajang,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan , vol. 2, no. 4, hlm. 563–570, 2021. doi: 10.25047/j-remi.v2i4.2458.




