Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Rekam Medis di Bagian Filing Rumah Sakit Umum Ananda Puwokerto
DOI:
https://doi.org/10.47134/phms.v1i1.674Keywords:
Faktor Penyebab, Filing, Misfile, Rekam MedisAbstract
Penyeleggaraan rekam medis di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari permasalahan yang terjadi ketika survei pendahuluan masih ditemukan berkas misfile sebanyak 50 berkas atau 3,83%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya misfile rekam medis di bagian filing Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif menggunakan variabel man, material dan machine. Prioritas masalah menggunakan metode USG dan menyusun perbaikan masalah menggunakan brainstorming. Subjek penelitian terdiri dari 1 kepala instalasi rekam medis dan 4 petugas PMIK. Hasil penelitian menggunakan variabel man yaitu terdapat petugas berlatar belakang pendidikan bukan DIII rekam medis, jumlah petugas ruang filing kurang mencukupi dan hanya beberapa PMIK yang mengikuti pelatihan rekam medis. Variabel material yaitu rak penyimpanan yang kurang ergonomis dan ruang penyimpanan yang letaknya kurang strategis. Variabel machine yaitu desain dan penggunaan tracer masih belum optimal dan tidak terdapat checklist pengembalian rekam medis buku ekspedisi. Hasil prioritas masalah yaitu ruang penyimpanan terpisah menjadi 3 tempat yang letaknya kurang strategis. Upaya perbaikan masalah yaitu melakukan pembangunan ruang filing menjadi 1 ruangan yang lebih strategis.
References
[1] Permenkes RI, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2019 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, vol. Nomor 65, no. 879. 2019, hal. 2004–2006.
[2] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, “Permenkes RI No. 24 tahun 2022,” Peratur. Menteri Kesehat. Republik Indones. Nomor 24 Tahun 2022, vol. 151, no. 2, hal. 10–17, 2018.
[3] T. G. Wati dan N. Nuraini, “Analisis Kejadian Missfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Bangsalsari,” J-REMI J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 1, no. 1, hal. 23–30, 2019, doi: 10.25047/j-remi.v1i1.1932.
[4] N. Oktavia, D. Djohar, dan F. T. Damayanti, “Analisis Penyebab Terjadinya Missfile Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di Ruang Penyimpanan(Filling) RSUD Kota Bengkulu Tahun 2017,” J. Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 6, no. 2, hal. 79, 2018, doi: 10.33560/jmiki.v6i2.190.
[5] M. S. Maulidina, “Analisis Faktor Penyebab Misfile Berkas Rekam Medis Di Ruang Filing: Literature Review,” Politeknik Negeri Jember, 2021.
[6] A. Kurniawati, “Analisis Deskriptif Faktor Penyebab Kejadian Missfile Di Bagian Filing Rawat Jalan RSUD DR. M. Ashari Pemalang Tahun 2015,” J. Univ. Dian Nuswantoro, vol. 13, no. 3, hal. 1576–1580, 2015.
[7] A. Sulistyo, E. R. Tsalaatsaa, dan I. Mardiyoko, “Kejadian Misfile Sebagai Pemicu Penghambat Data Rekam Medis,” J. Ilmu Kesehat. Bhakti Setya Med., vol. 6, no. 2, hal. 109–117, 2021, doi: 10.47467/bsm.v6i2.137.
[8] D. Syahbaniar, R. A. Wijayanti, F. Erawantini, dan E. T. Ardianto, “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Misfile di Puskesmas Kademangan Kabupaten Bondowoso,” J-REMI J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 2, no. 2, hal. 288–296, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i2.2201.
[9] Y. Asriati, R. G. Prihandani, dan J. Pratiwi, “Analisis Unsur Manajemen Penyebab Terjadinya Misfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Nguter,” in Indonesian Journal of Health Information Management (IJHIM), vol. 2, no. 2, 2022, hal. 1–8. doi: 10.54877/ijhim.v2i2.49.
[10] P. Muddalika, “Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Missfile Rekam Medis di Puskesmas Kasiyan Kabupaten Jember 2022,” Politeknik Negeri Jember, 2023.
[11] Menteri Kesehatan RI, “Undang-Undang tentang Standar Perekam Medis dan Informasi Kesehatan,” 2020.
[12] T. Meiliani dan W. V. Trisna, “Faktor–Faktor Penyebab Tidak Ditemukannya Berkas Rekam Medis Diruang Penyimpanan Di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Provinsi Riau,” J. Rekam Medis (Medical Rec. Journal), vol. 2, no. 1, hal. 125–140, 2022, doi: 10.25311/jrm.vol2.iss1.519.
[13] Y. Cinora, ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MISSFILE REKAM MEDIS DI BAGIAN FILLING PUSKESMAS BENCULUK KABUPATEN BANYUWANGI, no. 8.5.2017. 2022.
[14] I. Dzakirah, D. R. P. Mudiono, M. W. Santi, dan E. Selviyanti, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember,” J-REMI J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 4, no. 3, hal. 148–156, 2023, doi: 10.25047/j-remi.v4i3.3804.
[15] I. Mathar dan I. B. Igayanti, MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN (PENGELOLAAN REKAM MEDIS). 2022.
[16] Komisi Akreditasi Rumah Sakit, Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit. 2017.
[17] J. Lubis, S.P.,& Handayani, “Tinjauan Kebutuhan Rak Penyimpanan Berkas Rekam Medis Untuk 5 Tahun Kedepan Di Rumah Sakit,” J. Ilm. Rekam Medis dan Inf. Kesehat., vol. 3, no. 1, hal. 404–408, 2018.
[18] R. Ismawati dan Rohmadi, “LITERATURE REVIEW : PERANCANGAN TRACER DALAM Abstrak,” Indones. J. Heal. Inf. Manag., vol. 1, no. 1, hal. 9–13, 2021, [Daring]. Tersedia pada: https://doi.org/10.54877/ijhim.v1i1.2.
[19] C. Ramadlan, Sudalhar, dan T. W. Y. Pratama, “Pengaruh Design Tracer Terhadap Penyimpanan,” J. Hosp. Sci., vol. 3, no. 2, hal. 34–40, 2019.
[20] A. K. Putri dan D. Sonia, “Efektivitas Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap dalam Menjunjang Kualitas Laporan di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung,” Agustus, vol. 2, no. 3, hal. 909–916, 2021, doi: 10.34011/jks.v2i3.298.
[21] D. Karlina, I. A. Putri, dan D. B. Santoso, “Kejadian Misfile dan Duplikasi Berkas Rekam Medis Sebagai Pemicu Ketidaksinambungan Data Rekam Medis,” J. Kesehat. Vokasional, vol. 1, no. 1, hal. 44, 2016, doi: 10.22146/jkesvo.27477.
[22] R. M. Kusumawati dan L. Listiana, “Analisis Sistem Penyimpanan Rekam Medis,” J. Ilm. Kesehat., vol. 21, no. 1, hal. 12–18, 2022, doi: 10.33221/jikes.v21i1.1714.
[23] A. P. Wicaksono, N. Nuraini, dan R. A. Wijayanti, “Analisis Faktor Penyebab Missfile Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit,” J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 3, hal. 401–408, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i3.2285.
[24] S. J. Swari, G. Alfiansyah, R. A. Wijayanti, dan R. D. Kurniawati, “Analisis Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap RSUP Dr. Kariadi Semarang,” Jurnal Ilmu Kesehatan, vol. 1, no. 1, hal. 50–56, 2019, doi: 10.32528/jik.v1i1.2019.
[25] F. Erawantini, N. Nuraini, dan R. D. C. Dewi, “Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 10, no. 1, hal. 52–58, 2022, doi: 10.33560/jmiki.v10i1.403.




