Rancang Bangun Sistem Informasi Distribusi Elektronik dan Kelengkapan Catatan Medis Rawat Jalan
DOI:
https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.739Keywords:
Distribusi, KLPCM, Puskesmas, ScrumAbstract
Penyelenggaraan rekam medis di Puskesmas Bukit Wolio Indah Kota Baubau masih dilakukan secara manual. Pemeriksaan kelengkapan pengisian catatan medis belum sesuai dengan format KLPCM, serta belum tersedia laporan distribusi dan kelengkapan rekam medis rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi distribusi elektronik dan KLPCM untuk mendukung peningkatan efisiensi dan mutu rekam medis. Penelitian ini menggunakan metode Scrum dalam proses pengembangan sistem. Pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Tahapan Scrum meliputi product backlog (analisis kebutuhan dan user story), sprint planning (penyusunan use case diagram, activity diagram, dan class diagram), sprint backlog (penjadwalan pengerjaan), sprint (pengembangan sistem), dan sprint review. Pengujian sistem dilakukan dengan metode blackbox. Hasil penelitian menghasilkan sistem distribusi elektronik dan KLPCM yang dapat mengefisiensikan proses distribusi serta mempermudah pemeriksaan kelengkapan pengisian catatan medis berdasarkan format KLPCM. Sistem ini juga dapat menghasilkan laporan bulanan terkait distribusi dan kelengkapan rekam medis. Diharapkan sistem ini dapat meningkatkan tata kelola pelayanan rekam medis dan mutu dokumen medis di Puskesmas. Puskesmas Bukit Wolio Indah disarankan menyusun SOP kelengkapan dan distribusi elektronik rekam medis serta mengevaluasi pengisiannya melalui output sistem untuk meningkatkan mutu rekam medis
References
[1] B. M. Sadewi, “Rancang Bangun Sistem Informasi Peminjaman dan Kelengkapan Pengembalian Berkas Rekam Medis Berbasis Web di Puskesmas Padang Lumajang,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2023. [Online]. Available: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/20075
[2] T. Pratama and S. Setiatin, “Analisis Lama Waktu Tunggu Pelayanan Pasien Rawat Jalan di Bagian Pendaftaran Rumah Sakit X Bandung,” Jurnal Akrab Juara, vol. 6, no. 5, pp. 1–8, Dec. 2021.
[3] F. T. Andriani, “Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Rekam Medis di Puskesmas Nguling Kabupaten Pasuruan,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2023.
[4] A. Rudi, “Pengaruh Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pengisian Dokumentasi Rekam Medis terhadap Kualitas Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas,” Jurnal Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 3, no. 2, pp. 1–9, Sep. 2020.
[5] A. M. Rahmadani, D. Nurjayanti, and R. F. Nurhastuti, “Tinjauan Pengembalian Dokumen Rekam Medis di Puskesmas Setono Kabupaten Ponorogo,” Journal Buana of Medical Record, vol. 1, no. 1, pp. 1–14, Feb. 2023.
[6] N. P. D. U. Ningsih, “Memperkenalkan Scrum sebagai Kerangka Kerja Perusahaan demi Memenuhi Tantangan Perubahan Pasar di Era Revolusi Industri 4.0 yang Dinamis,” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, vol. 3, no. 2, pp. 1–17, 2020.
[7] T. A. Pramesti, “Perancangan Sistem Informasi Pencatatan Peminjaman dan Pengembalian Rekam Medis di Puskesmas Kadur,” Undergraduate Thesis, STIKes Ngudia Husada Madura, 2022.
[8] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis,” Jakarta, Indonesia, 2022. [Online]. Available: https://peraturan.bpk.go.id/Details/245544/permenkes-no-24-tahun-2022
[9] K. Schwaber and J. Sutherland, The Scrum Guide. 2020.
[10] W. Warkim, M. H. Muslim, F. Harvianto, and S. Utama, “Penerapan Metode Scrum dalam Pengembangan Sistem Informasi Layanan Kawasan,” Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi, vol. 6, no. 2, Aug. 2020, doi: 10.28932/jutisi.v6i2.2711.
[11] I. S. Purwanti, D. Prihatiningsih, and N. L. P. Devhy, “Studi Deskriptif Kelengkapan Dokumen Rekam Medis,” Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 3, no. 1, pp. 36–39, Mar. 2020, doi: 10.31983/jrmik.v3i1.5194.
[12] D. D. Pitaloka, “Rancang Bangun Sistem Ketidaklengkapan Pengisian Catatan Medis (KLPCM) Rawat Inap Berbasis Web di Rumah Sakit Daerah Kalisat Jember,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2023.
[13] E. C. Febrianti, “Perancangan dan Pembuatan Rekam Medis Elektronik di Poli Kebidanan dan Kandungan RSIA Srikandi IBI Jember,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2020.
[14] F. K. Putra, “Integrasi Sistem Pendaftaran Pasien pada Detasemen Kesehatan Tentara Kabupaten dengan Metode Scrum Berbasis Web dan Android,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2020.
[15] A. Anggraeni and I. Herlina, “Analisis Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di UPT RSUD Cikalong Wetan,” Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, vol. 12, no. 1, pp. 48–54, 2022.
[16] A. S. Wicaksono, N. Nuraini, and I. Nurmawati, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 214–223, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i2.2158.
[17] A. C. Pageler, P. L. Friedman, and C. M. Longhurst, “Refining the Electronic Health Record to Improve Clinical Workflow,” Journal of the American Medical Informatics Association, vol. 21, no. 4, pp. 701–705, 2014, doi: 10.1136/amiajnl-2013-002540.
[18] D. F. Sittig and H. Singh, “A New Socio-Technical Model for Studying Health Information Technology in Complex Adaptive Healthcare Systems,” Quality and Safety in Health Care, vol. 19, Suppl. 3, pp. i68–i74, 2010, doi: 10.1136/qshc.2010.042085.
[19] R. Kruse, K. Kristof, B. Jones, E. Mitchell, and A. Martinez, “Barriers to Electronic Health Record Adoption: A Systematic Literature Review,” Journal of Medical Systems, vol. 40, no. 12, pp. 1–7, 2016, doi: 10.1007/s10916-016-0628-9.
[20] A. Boonstra and M. Broekhuis, “Barriers to the Acceptance of Electronic Medical Records by Physicians: A Literature Review,” BMC Health Services Research, vol. 10, no. 231, pp. 1–17, 2010, doi: 10.1186/1472-6963-10-231.
[21] J. Adler-Milstein and A. K. Jha, “HITECH Act Drove Large Gains in Hospital Electronic Health Record Adoption,” Health Affairs, vol. 36, no. 8, pp. 1416–1422, 2017, doi: 10.1377/hlthaff.2016.1651.
[22] T. Greenhalgh, G. Potts, R. Wong, P. Bark, and D. Swinglehurst, “Tensions and Paradoxes in Electronic Patient Record Research: A Systematic Literature Review Using the Meta-Narrative Method,” Milbank Quarterly, vol. 87, no. 4, pp. 729–788, 2009, doi: 10.1111/j.1468-0009.2009.00578.x.
[23] K. Cresswell and A. Sheikh, “Organizational Issues in the Implementation and Adoption of Health Information Technology Innovations: An Interpretative Review,” International Journal of Medical Informatics, vol. 82, no. 5, pp. e73–e86, 2013, doi: 10.1016/j.ijmedinf.2012.10.007.
[24] R. Haux, “Health Information Systems – Past, Present, Future,” International Journal of Medical Informatics, vol. 75, no. 3–4, pp. 268–281, 2006, doi: 10.1016/j.ijmedinf.2005.08.002.
[25] J. A. Batsis, A. Pletcher, and M. Stahl, “Telemedicine and Primary Care Obesity Management in Rural Areas – Innovative Approach for Integrated Health Information Systems,” Journal of Medical Internet Research, vol. 19, no. 6, p. e259, 2017, doi: 10.2196/jmir.7997.




