Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Rawat Inap di RSPAL dr. Ramelan Surabaya

Authors

  • Evy Setyowati Politeknik Negeri Jember
  • Atma Deharja Politeknik Negeri Jember
  • Gamasiano Alfiansyah Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.731

Keywords:

Brainstorming, Pending Klaim, Perilaku, USG

Abstract

RSPAL dr. Ramelan Surabaya memiliki permasalahan dalam pengelolaan klaim BPJS yaitu pending klaim. Studi pendahuluan menunjukkan data pending klaim BPJS rawat inap periode bulan Februari-Juli sebanyak 7,753% atau 902 berkas. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan pencairan dana klaim. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab pending klaim BPJS rawat inap di RSPAL dr. Ramelan Surabaya dengan menggunakan teori perilaku Lawrence Green yang meliputi faktor predisposisi, faktor pendukung dan faktor pendorong. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penentuan prioritas masalah dengan menggunakan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG) dan dilanjutkan upaya perbaikan dengan Brainstorming. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu SIMRS tidak bisa optimal karena data klaim tidak bisa ditarik secara keseluruhan, pengetahuan yang menyebabkan ketidaksesuaian penegakan kode diagnose, sikap kepedulian petugas yang belum optimal terhadap ketidaksesuaian data. Solusi dari masalah tersebut yaitu melakukan perbaikan link SIMRS oleh tim IT, melakukan pelatihan bagi petugas dan melakukan konfirmasi ulang kepada DJPJ, serta perbaikan sikap petugas verifikator agar lebih peduli.

References

[1] Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta, Indonesia, 2009, pp. 1–41.

[2] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta, Indonesia: Depkes RI, 2009.

[3] BPJS Kesehatan, Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Administrasi Klaim Fasilitas Kesehatan dalam Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Jakarta, Indonesia: BPJS Kesehatan, 2018.

[4] E. K. Kurnia and Mahdalena, “Faktor penyebab pending klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap di Rumah Sakit X periode triwulan I tahun 2022,” in Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas), vol. 1, no. 1, pp. 173–177, 2022.

[5] S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta, 2018.

[6] E. Eliyah and A. U. Ratriana, “Tinjauan penyelesaian dispute klaim rawat inap pasien Coronavirus Disease 2019 (COVID-19),” Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 5, no. 1, pp. 29–36, 2022, doi: 10.31983/jrmik.v5i1.8394.

[7] N. Nuraini and P. P. Lestari, “Analisis faktor penyebab keterlambatan pengajuan klaim rawat inap ke verifikator BPJS Kesehatan di RSUD Genteng Banyuwangi,” Jurnal Kesehatan, vol. 9, no. 3, pp. 140–149, 2021.

[8] N. P. D. Cahyono, A. Munawir, and D. Rokhman, “Pengaruh faktor predisposing terhadap perilaku ketepatan pengisian kode penyakit rawat inap pada klaim JKN di era VEDIKA (Verifikasi di Kantor) Rumah Sakit Daerah Lumajang,” Jurnal MID-Z (Midwifery Zigot), vol. 4, no. 1, pp. 2013–2020, 2021.

[9] S. R. Handayani, L. Widjaja, D. H. Putra, and D. Sonia, “Tinjauan penyebab pengembalian berkas klaim biaya pelayanan pasien rawat inap BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta tahun 2022,” SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, vol. 2, no. 4, pp. 1033–1041, 2023, doi: 10.55123/sehatmas.v2i4.2617.

[10] L. Khasanah and G. Priyadi, “Evaluasi pelatihan peningkatan kompetensi petugas rekam medis di Puskesmas Cangkol,” Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, vol. 12, no. 4, pp. 511–515, 2021.

[11] S. F. Nabila, M. W. Santi, and A. Deharja, “Analisis faktor penyebab pending klaim akibat koding berkas rekam medis pasien rawat inap di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 4, pp. 519–528, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i4.2157.

[12] A. N. Kholifah, N. Nuraini, and A. P. Wicaksono, “Analisis faktor penyebab kerusakan berkas rekam medis di Rumah Sakit Universitas Airlangga,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 3, pp. 364–373, 2020.

[13] W. A. Santiasih, A. Simanjorang, and B. Satria, “Analisis penyebab pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap di RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai,” Journal of Healthcare Technology and Medicine, vol. 7, no. 2, pp. 109–123, 2021.

[14] S. J. Swari, G. Alfiansyah, R. A. Wijayanti, and R. D. Kurniawati, “Analisis kelengkapan pengisian berkas rekam medis pasien rawat inap RSUP Dr. Kariadi Semarang,” ARTERI: Jurnal Ilmu Kesehatan, vol. 1, no. 1, pp. 50–56, 2019, doi: 10.37148/arteri.v1i1.20.

[15] N. D. Astuti and A. N. Hidayah, “Tinjauan penyebab pengembalian klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap,” Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 5, no. 2, 2022, doi: 10.31983/jrmik.v4i2.9244.

[16] S. F. Nabila, M. W. Santi, and A. Deharja, “Analisis faktor penyebab pending klaim akibat koding berkas rekam medis pasien rawat inap di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 4, pp. 519–528, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i4.2157.

[17] W. A. Santiasih, A. Simanjorang, and B. Satria, “Analisis penyebab pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap di RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai,” Journal of Healthcare Technology and Medicine, vol. 7, no. 2, pp. 109–123, 2021.

[18] E. Eliyah and A. U. Ratriana, “Tinjauan penyelesaian dispute klaim rawat inap pasien Coronavirus Disease 2019 (COVID-19),” Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 5, no. 1, pp. 29–36, 2022, doi: 10.31983/jrmik.v5i1.8394.

[19] S. R. Handayani, L. Widjaja, D. H. Putra, and D. Sonia, “Tinjauan penyebab pengembalian berkas klaim biaya pelayanan pasien rawat inap BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta tahun 2022,” SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, vol. 2, no. 4, pp. 1033–1041, 2023, doi: 10.55123/sehatmas.v2i4.2617.

[20] N. D. Astuti and A. N. Hidayah, “Tinjauan penyebab pengembalian klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap,” Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 5, no. 2, 2022, doi: 10.31983/jrmik.v4i2.9244.

[21] Y.-T. Park, J.-S. Yoon, S. M. Speedie, H. Yoon, and J. Lee, “Health insurance claim review using information technologies,” Healthcare Informatics Research, vol. 18, no. 3, pp. 215–224, 2012, doi: 10.4258/hir.2012.18.3.215.

[22] S. N. Weiskopf and C. Weng, “Methods and dimensions of electronic health record data quality assessment: Enabling reuse for clinical research,” Journal of the American Medical Informatics Association, vol. 20, no. 1, pp. 144–151, 2013, doi: 10.1136/amiajnl-2011-000681.

[23] J. Adler-Milstein and A. K. Jha, “HITECH Act drove large gains in hospital electronic health record adoption,” Health Affairs, vol. 36, no. 8, pp. 1416–1422, 2017, doi: 10.1377/hlthaff.2016.1651.

[24] C. M. DesRoches, E. G. Campbell, S. R. Rao, K. Donelan, T. G. Ferris, and A. K. Jha, “Electronic health records in ambulatory care—A national survey of physicians,” New England Journal of Medicine, vol. 359, no. 1, pp. 50–60, 2008, doi: 10.1056/NEJMsa0802005.

[25] P. Hoonakker, M. Carayon, P. Walker, J. Brown, M. Cartmill, and J. Wetterneck, “The relationship between electronic health records and healthcare quality: A systematic review and meta-analysis,” International Journal of Medical Informatics, vol. 126, pp. 100–119, 2019, doi: 10.1016/j.ijmedinf.2019.03.014.

Downloads

Published

2025-02-07

How to Cite

Setyowati, E., Deharja, A., & Alfiansyah, G. (2025). Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Rawat Inap di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Health & Medical Sciences, 2(2), 43–63. https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.731

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.