Perancangan dan Pembuatan Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan di Poli Umum Puskesmas Kalisat Jember

Authors

  • Hilda Melina Putri Pangestu Politeknik Negeri Jember
  • Niyalatul Muna Politeknik Negeri Jember
  • Rossalina Adi Wijayanti Politeknik Negeri Jember
  • Bakhtiyar Hadi Prakoso Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v1i4.712

Keywords:

Pendaftran Rawat Jalan, Perancangan, Pembuatan, Rekam Medis Elektronik, Waterfall

Abstract

Pencatatan rekam medis di Poli Umum Puskesmas Kalisat Jember masih dilakukan secara manual dan pendaftaran pasien menggunakan google sheet. Petugas rekam medis yang betugas sebagai petugas filing merasa kesulitan saat harus melihat monitor secara berkala untuk mengetahui rekam medis mana yang dibutuhkan. Selain itu, laporan kunjungan pasien masih dihitung secara manual, sehingga rentan terjadi kesalahan penulisan maupun perhitungan jumlah kunjungan. Hal ini mempengaruhi kecepatan pelayanan dan pengolahan data menjadi informasi yang diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan perancangan dan pembuatan rekam medis elektronik pasien rawat jalan di poli umum Puskesmas Kalisat Jember guna meningkatkan mutu pelayanan. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, desain, pengkodean, dan pengujian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian yaitu koor rekam medis, petugas pendaftaran, dokter, dan apoteker. Hasil dari penelitian ini adalah sistem rekam medis elektronik pasien rawat jalan di poli umum Puskesmas Kalisat Jember yang dapat memudahkan petugas dalam pencatatan dan pencarian data pasien, mencetak nomor antrian, mencetak KIB, pencatatan hasil pemeriksaan pasien, tersedia kode diagnosa ICD 10 otomatis, mencetak hasil pemeriksaan pasien, dapat melihat stok obat, serta menghasilkan laporan kunjungan, laporan 10 besar penyakit, laporan obat, dan laporan kesakitan.

References

[1] S. N. Afifah, S. Farlinda, N. S. Wibowo, and M. W. Santi, “Perancangan dan pembuatan sistem informasi pasien rawat jalan di Puskesmas Kaliwates Jember,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 3, no. 1, pp. 26–37, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v3i1.2432.

[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2022.

[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2019.

[4] Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2008.

[5] A. Ariyani et al., “Tinjauan lama waktu penyediaan rekam medis pasien rawat jalan klinik kandungan di RSUD Tebet,” Indonesian Journal of Health Information Management (IJHIM), vol. 2, no. 1, p. 1, 2022.

[6] S. F. Karomah, A. P. Wicaksono, M. C. Roziqin, and E. Selviyanti, “Pembuatan website company dengan fitur antrian online dan pendaftaran pasien rawat jalan di Puskesmas Wringin Bondowoso,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 4, no. 1, pp. 1–11, 2022, doi: 10.25047/j-remi.v4i1.3344.

[7] Rosa and M. Shalahuddin, Rekayasa Perangkat Lunak: Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung, Indonesia: Informatika Bandung, 2018.

[8] M. Melinda, R. I. Borman, and E. R. Susanto, “Rancang bangun sistem informasi publik berbasis web (studi kasus: Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran),” 2017.

[9] M. Dewi, Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerimaan Karyawan Baru Nabila Cake & Bakery dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Berbasis Web, 2016.

[10] F. Soufitri, “Perancangan data flow diagram untuk sistem informasi sekolah (studi kasus pada SMP Plus Terpadu),” Ready Star, vol. 2, no. 1, pp. 240–246, 2019.

[11] B. A. Herlambang, V. Ana, and V. Setyawati, “Perancangan data flow diagram sistem pakar penentuan kebutuhan gizi bagi individu normal berbasis web,” 2015.

[12] K. Afiifah, Z. F. Azzahra, A. D. Anggoro, D. Redaksi, R. Akhir, and D. Online, “Analisis teknik entity-relationship diagram dalam perancangan database: Sebuah literature review,” INTECH, vol. 3, no. 1, pp. 8–11, 2022, doi: 10.54895/INTECH.V3I1.1261.

[13] R. Pradita, R. Kusumo, and Rahmawati, “Pentingnya aspek keamanan informasi data pasien pada penerapan RME di puskesmas,” Journal of Sustainable Community Service, vol. 2, no. 2, 2022.

[14] M. H. Santoso, N. D. Girsang, H. Siagian, A. Wahyudi, and B. A. Sitorus, Perbandingan Algoritma Kriptografi Hash MD5 dan SHA-1, vol. 2, 2019.

[15] Y. D. Wijaya and M. W. Astuti, “Pengujian blackbox sistem informasi penilaian kinerja karyawan PT INKA (Persero) berbasis equivalence partitions,” Jurnal Digital Teknologi Informasi, vol. 4, 2021.

[16] G. Alfiansyah, N. Nuraini, and R. A. Wijayanti, “Evaluasi penerapan rekam medis elektronik di fasilitas pelayanan kesehatan primer,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 3, pp. 350–359, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i3.2328.

[17] A. Deharja, S. Swari, and M. W. Santi, “Analisis kesiapan implementasi rekam medis elektronik menggunakan metode DOQ-IT di rumah sakit,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 8, no. 2, pp. 123–130, 2020, doi: 10.33560/jmiki.v8i2.261.

[18] N. Nuraini, R. A. Wijayanti, and G. Alfiansyah, “Analisis faktor penyebab keterlambatan penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 4, pp. 511–518, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i4.2000.

[19] A. D. Arimbi, I. Muflihatin, and N. Muna, “Analisis kuantitatif kelengkapan pengisian formulir informed consent,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 221–230, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i2.2009.

[20] R. A. Wijayanti and R. P. Amalia, “Analisis faktor penyebab ketidaklengkapan informed consent bedah rawat inap,” Jurnal Kesehatan, vol. 11, pp. 50–61, 2023.

[21] A. N. Amalia, N. Nuraini, A. P. Wicaksono, and R. Prananingtias, “Analisis penyebab ketidaksesuaian SOP pengisian general consent di rumah sakit,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 3, pp. 328–336, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i3.2090.

[22] D. Oktavia, Hardisman, and Erkadius, “Analisis ketidaklengkapan pengisian lembar informed consent pasien bedah,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 8, no. 1, pp. 24–31, 2020, doi: 10.33560/jmiki.v8i1.246.

[23] A. Putri, I. Nurmawati, M. W. Santi, and S. J. Swari, “Faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis pasien rawat inap,” Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, vol. 13, no. 4, pp. 894–901, 2022.

[24] D. F. A. Lestari and I. Muflihatin, “Analisis faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis pasien rawat inap di Puskesmas Kotaanyar,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 1, pp. 134–142, 2020.

[25] F. Ulfah and H. Maryati, “Gambaran kinerja petugas rekam medis di RSUD Cibinong Kabupaten Bogor,” Promotor, vol. 3, no. 2, pp. 204–211, 2020, doi: 10.32832/pro.v3i2.4170.

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Putri Pangestu, H. M., Muna, N., Wijayanti, R. A., & Prakoso, B. H. (2026). Perancangan dan Pembuatan Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan di Poli Umum Puskesmas Kalisat Jember. Health & Medical Sciences, 1(4), 88–103. https://doi.org/10.47134/phms.v1i4.712

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.