Ketepatan Penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Infeksi Saluran Kemih di Rsud Toto Kabila Tahun 2025

Authors

  • Siti Fauziah Kadullah Universitas Negeri Gorontalo
  • Teti Sutriyati Tuloli Universitas Negeri Gorontalo
  • Madania Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v3i2.564

Keywords:

Infeksi Saluran Kemih, Antibiotik, Ketepatan Penggunaan Obat, RSUD Toto Kabila

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri yang sering ditemukan pada pasien rawat inap dan memerlukan penggunaan antibiotik yang tepat untuk mencegah resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan ISK di RSUD Toto Kabila tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional dengan metode retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien periode Januari–Juli 2025. Sampel terdiri dari 38 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien terdiagnosis ISK tidak terkomplikasi. Sebagian besar pasien menjalani rawat inap selama 1–4 hari (89,7%). Dari total 369 penggunaan antibiotik, antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu Cefixime (36,9%), diikuti Ceftriaxone (35,4%) dan Levofloxacin (10,8%). Evaluasi ketepatan berdasarkan pedoman tata laksana ISK Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan bahwa ketepatan jenis antibiotik mencapai 97,4%, dengan satu kasus penggunaan Metronidazole yang tidak sesuai. Ketepatan indikasi juga mencapai 97,4%, sedangkan ketepatan dosis dan durasi terapi menunjukkan hasil 100%, yang berarti seluruh pasien menerima dosis dan durasi pemberian antibiotik sesuai standar. Kesimpulan dari penelitian ini, penggunaan antibiotik pada pasien ISK rawat inap di RSUD Toto Kabila sudah tergolong tepat dan sesuai pedoman. Meskipun demikian, evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mengurangi potensi ketidaktepatan terapi dan mencegah resistensi antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan.

References

Andriani, D., & Yusuf, M. (2020). Pola penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih rawat inap. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 9(2), 85–92.

BPOM RI. (2020). InfoPOM: Keamanan Obat Golongan Fluoroquinolone. Jakarta: BPOM RI.

Darmadi. (2020). Infeksi nosokomial: Problematika dan pengendalian. Jakarta: Salemba Medika.

Dewi, R., & Anggraini, D. (2020). Evaluasi ketepatan dosis antibiotik pada pasien rawat inap. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 18(1), 45–52.

Dewi, S., & Nurjannah. (2020). Gambaran kasus infeksi saluran kemih di rumah sakit. Jurnal Keperawatan Klinis, 7(1), 12–19.

Fashafsheh, I., et al. (2021). Appropriate use of antibiotics in hospitalized patients. Journal of Infection and Public Health, 14(3), 305–311.

Foxman, B. (2010). Epidemiology of urinary tract infections. American Journal of Medicine, 113(1), 5–13. DOI: https://doi.org/10.1016/S0002-9343(02)01054-9

Gunawan, S. G., Setiabudy, R., Nafrialdi, & Elysabeth. (2016). Farmakologi dan terapi (Edisi ke-6). Jakarta: Badan Penerbit FKUI.

Handayani, R., et al. (2023). Evaluasi durasi terapi antibiotik di rumah sakit pemerintah. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 26(1), 33–41.

Hartono, A., & Wijaya, Y. (2021). Implementasi antimicrobial stewardship di rumah sakit. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(1), 1–9.

Herlina, N., & Wicaksono, A. (2019). Klasifikasi dan tata laksana infeksi saluran kemih. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 6(3), 145–152.

Hidayati, N., et al. (2021). Faktor risiko ISK pada perempuan usia produktif. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 98–105.

Hooton, T. M. (2012). Clinical practice: Uncomplicated urinary tract infection. New England Journal of Medicine, 366(11), 1028–1037. DOI: https://doi.org/10.1056/NEJMcp1104429

Johnson, J. R., et al. (2021). Epidemiology of urinary tract infections. Clinical Microbiology Reviews, 34(1), e00116-20.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman penggunaan antibiotik. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Infeksi Saluran Kemih. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Formularium Nasional. Jakarta: Kemenkes RI.

Lestari, D., & Prakoso, A. (2020). Ketepatan indikasi antibiotik pada pasien ISK. Jurnal Farmasi Indonesia, 17(3), 210–217.

Malik, A., et al. (2022). Comorbidities and urinary tract infections. Journal of Clinical Medicine, 11(4), 987.

Putri, R., et al. (2022). Evaluasi ketepatan durasi antibiotik pada ISK rawat inap. Jurnal Ilmu Kesehatan, 13(2), 120–128.

Rahmawati, A., & Lestari, D. (2021). Durasi terapi antibiotik pada ISK tidak komplikasi. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(2), 89–96.

Rahmawati, S., & Sutrisno. (2021). Efektivitas cefixime pada infeksi saluran kemih. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(1), 44–50.

Rego, R., et al. (2022). Antibiotic dosing accuracy and outcomes. International Journal of Antimicrobial Agents, 59(3), 106–114.

Riskesdas. (2018). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Sari, M., et al. (2021). Durasi terapi antibiotik pada pasien ISK. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 9(2), 77–85.

Sharma, S., & Kaur, R. (2022). Community-acquired urinary tract infections. Journal of Infection, 84(2), 145–152.

Talan, D. A., et al. (2019). Fluoroquinolone risks in UTI treatment. Clinical Infectious Diseases, 68(6), 1027–1034.

Wardani, R., et al. (2021). Penggunaan karbapenem dalam terapi ISK. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(1), 56–63.

Widodo, A., & Ardiansyah, F. (2020). Antibiotic stewardship di rumah sakit. Jurnal Manajemen Rumah Sakit, 7(1), 1–8.

Wijayanti, R., & Lestari, N. (2020). Cefotaxime dalam infeksi berat. Jurnal Farmasi Klinik, 8(3), 140–147.

Downloads

Published

2026-01-16

How to Cite

Kadullah, S. F., Tuloli, T. S., & Madania, M. (2026). Ketepatan Penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Infeksi Saluran Kemih di Rsud Toto Kabila Tahun 2025. Health & Medical Sciences, 3(2), 10. https://doi.org/10.47134/phms.v3i2.564

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.