Analisis Penerimaan SIMRS dengan Metode TAM di Rawat Inap RSUD Lahat Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.47134/phms.v1i3.702Keywords:
Rumah Sakit, SIMRS, TAMAbstract
RSUD Lahat telah menggunakan SIMRS sejak 2013, namun masih ada kendala seperti SDM yang tidak mampu mengoperasikan SIMRS, ketidakpatuhan petugas dalam entry data, serta diagnosis dan tindakan yang tidak tercatat. Pada 2023, diagnosis pasien rawat inap yang tidak terinput di SIMRS mencapai 11,93%. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan SIMRS dengan metode Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan uji Spearman Rank. Sampel berjumlah 37 orang, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasilnya, variabel kemudahan mendapat persentase 62,2%, kebermanfaatan 78,4%, dan penerimaan SIMRS 64,9%. Terdapat hubungan signifikan persepsi kemudahan pengguna dan persepsi kebermanfaatan (koefisien 0.810, p-value 0.000), antara persepsi kebermanfaatan dan persepsi penerimaan pengguna teknologi (koefisien 0.753, p-value 0.000), serta antara persepsi kemudahan pengguna dan persepsi penerimaan pengguna teknologi (koefisien 0.900, p-value 0.000). Saran penelitian ini adalah rumah sakit perlu mengevaluasi SIMRS setiap triwulan, mengadakan pelatihan dan sosialisasi terkait SIMRS, serta menyusun dan mendistribusikan buku pedoman ke setiap ruangan.
References
[1] N. N. Norzi, A. Yamin, and R. Hartono, “Pengaruh Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terhadap Layanan Pengguna dan Kepuasan Pengguna di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB,” Seminar Nasional Manajemen Inovasi, vol. 6, no. 2, pp. 856–866, 2023.
[2] E. R. Puspitasari and E. Nugroho, “Evaluasi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di RSUD Kabupaten Temanggung dengan Menggunakan Metode HOT-Fit,” Journal of Information Systems for Public Health, vol. 5, no. 3, p. 45, 2021, doi: 10.22146/jisph.37562.
[3] V. Venkatesh, M. G. Morris, G. B. Davis, and F. D. Davis, “User Acceptance of Information Technology: Toward a Unified View,” MIS Quarterly, vol. 27, no. 3, pp. 425–478, 2003, doi: 10.2307/30036540.
[4] F. Alvito, N. A. Rumana, and D. H. Putra, “Tinjauan Penerimaan Petugas terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD Kembangan,” Jurnal Sosial dan Sains, vol. 3, no. 1, pp. 81–89, 2023, doi: 10.59188/jurnalsosains.v3i1.676.
[5] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2008.
[6] I. Winda, R. Imamah, E. Witcahyo, and S. Utami, “Analisis Penerimaan SIMRS dengan Metode Technology Acceptance Model,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 3, no. 2, pp. 147–158, 2022.
[7] D. M. Putra and C. M. Hunna, “Analisis Pelaksanaan SIMRS pada Unit Kerja Rekam Medis dengan Metode Technology Acceptance Model (TAM),” Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 5, no. 1, pp. 47–58, 2022.
[8] A. Sulistyo, H. Rohman, and F. S. S., “Evaluasi Penerapan SIMRS Menggunakan Technology Acceptance Model di Rumah Sakit Condong Catur,” JCOMENT: Journal of Community Empowerment, vol. 1, no. 1, pp. 18–35, 2020.
[9] Z. Umar, D. Mardahlia, and R. Yunus, “Analisis Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di Kota Samarinda,” Jurnal Verdure, vol. 3, no. 1, pp. 64–75, 2021. [Online]. Available: http://jurnal.stikesmm.ac.id/index.php/verdure/article/view/234
[10] N. F. Jober, “Evaluasi SIMRS Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) pada Bagian Rawat Inap RSUD Abepura Jayapura Provinsi Papua,” Journal of Information Systems for Public Health, vol. 5, no. 1, p. 1, 2021, doi: 10.22146/jisph.31199.
[11] L. A. Husnaeni and A. S. Susanti, “Analisis Penerimaan SIMRS Menggunakan Metode TAM (Technology Acceptance Model) di RS Hermina Arcamanik Bandung,” Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, vol. 14, no. 1, pp. 107–116, 2023, doi: 10.34305/jikbh.v14i01.731.
[12] F. D. Davis, “Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology,” MIS Quarterly, vol. 13, no. 3, pp. 319–340, 1989, doi: 10.2307/249008.
[13] V. Venkatesh, “Determinants of Perceived Ease of Use: Integrating Control, Intrinsic Motivation, and Emotion into the Technology Acceptance Model,” Information Systems Research, vol. 11, no. 4, pp. 342–365, 2000, doi: 10.1287/isre.11.4.342.11872.
[14] M. Chuttur, “Overview of the Technology Acceptance Model: Origins, Developments and Future Directions,” Working Papers on Information Systems, vol. 9, no. 37, pp. 1–23, 2009.
[15] D. S. H. Putra and R. Kurniawati, “Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dengan Metode Technology Acceptance Model (TAM) di Rumah Sakit X,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 1, pp. 31–36, 2019, doi: 10.25047/j-remi.v1i1.1933.
[16] M. C. Roziqin, D. R. P. Mudiono, and N. Amalia, “Analisis Penerimaan SIMPUS Ditinjau dari Persepsi Pengguna di Puskesmas Mojoagung dengan Metode TAM,” Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 8, no. 1, pp. 47–54, 2021, doi: 10.25126/jtiik.0812907.
[17] M. Topan, H. F. Wowor, and X. B. N. Najoan, “Perancangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Berbasis Web: Studi Kasus Rumah Sakit TNI AU Lanud Sam Ratulangi,” E-Journal Teknik Informatika, vol. 6, no. 1, pp. 1–6, 2015. [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/informatika/article/viewFile/9968/9554
[18] Nurhayati, Y. W. T. Arif, and I. N. Hidayah, “Analisis Tingkat Penerimaan Pengguna terhadap Teknologi Sistem Informasi Rekam Medis di PKU Muhammadiyah Karanganyar,” Prosiding Call for Paper SMIKNAS, pp. 258–268, 2019.
[19] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2013.
[20] E. Saputra and Misfariyan, “Analisis Penerimaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM),” Jurnal Sains dan Teknologi Industri, vol. 10, no. 2, pp. 1–7, 2013.
[21] F.-Y. Pai and K.-I. Huang, “Applying the Technology Acceptance Model to the Introduction of Healthcare Information Systems,” Technological Forecasting and Social Change, vol. 78, no. 4, pp. 650–660, 2011, doi: 10.1016/j.techfore.2010.11.007.
[22] P. W. Handayani, A. N. Hidayanto, A. A. Pinem, I. C. Hapsari, P. I. Sandhyaduhita, and I. Budi, “Acceptance Model of a Hospital Information System,” International Journal of Medical Informatics, vol. 99, pp. 11–28, 2017, doi: 10.1016/j.ijmedinf.2016.12.004.
[23] R.-F. Chen and J.-L. Hsiao, “An Empirical Study of Physicians’ Acceptance of Hospital Information Systems in Taiwan,” Telemedicine and e-Health, vol. 18, no. 2, pp. 120–127, 2012, doi: 10.1089/tmj.2011.0081.
[24] C. D. Melas, L. A. Zampetakis, A. Dimopoulou, and V. Moustakis, “Modeling the Acceptance of Clinical Information Systems Among Hospital Medical Staff: An Extended TAM Model,” Journal of Biomedical Informatics, vol. 44, no. 4, pp. 553–564, 2011, doi: 10.1016/j.jbi.2011.01.009.
[25] G. Tetik, S. Türkeli, S. Pinar, and M. Tarim, “Health Information Systems with Technology Acceptance Model Approach: A Systematic Review,” International Journal of Medical Informatics, vol. 188, Art. no. 105556, 2024, doi: 10.1016/j.ijmedinf.2024.105556.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Yessy Arniza, Maya Weka Santi, Atma Deharja, Efri Tri Ardianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



