Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di UPTD Rumah Sakit Jiwa dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Authors

  • Narita Dwiyana Politeknik Negeri Jember
  • Rossalina Adi Wijayanti Politeknik Negeri Jember
  • Maya Weka Santi Politeknik Negeri Jember
  • Gamasiano Alfiansyah Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.732

Keywords:

Keterlambatan, Pengembalian, Rawat Inap, Rekam Medis

Abstract

Standar waktu pengembalian berkas rekam medis rawat inap adalah 2x24 jam setelah pasien dinyatakan keluar rumah sakit. Pengembalian berkas rekam medis rawat inap di UPTD Rumah Sakit Jiwa dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulaun Bangka Belitung masih mengalami keterlambatan. Pada bulan Januari 2023 peneliti memperoleh informasi keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap pada bulan Oktober 2022 sampai Desember 2022 yaitu sebesar 51,75%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini yaitu pengetahuan petugas terkait standar waktu pengembalian rekam medis, sikap petugas kurang respon dan kurang tanggung jawab dalam melengkapi rekam medis, pendidikan petugas filing belum sesuai dengan kompetensi rekam medis, jarak ruangan antara ruang perawatan dan ruang filing cukup jauh, petugas terkait pengembalian rekam medis belum pernah mendapatkan pelatihan rekam medis, output dari checklist kelengkapan belum pernah di monitoring dan evaluasi oleh manajemen, sosialisasi SOP yang belum merata dan rutin dilakukan. Upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan monitoring evaluasi rutin terhadap laporan indikator mutu rumah sakit sebagai salah satu upaya perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan pengembalian rekam medis rawat inap dan segera menerapkan Rekam Medis Elektronik rawat inap.

References

[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis,” Jakarta, Indonesia, 2022.

[2] R. D. Muchtar and N. Yulia, “Tinjauan Pengembalian Rekam Medis Rawat Jalan dan Kecepatan Pendistribusian Rekam Medis ke Poliklinik di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang,” Indonesian Health Information Management Journal, vol. 5, no. 1, pp. 109–113, 2017.

[3] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia Revisi II. Jakarta, Indonesia: Depkes RI, 2006.

[4] S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta, 2014.

[5] A. S. Wijianto, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Banyuanyar Sampang,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.

[6] P. Fathurrohman and S. Sobri, Strategi Belajar Mengajar. Bandung, Indonesia: Refika Aditama, 2007.

[7] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2018.

[8] W. D. Sari, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Purwoharjo,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.

[9] I. Mahbubillah, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Jambesari Bondowoso,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.

[10] S. Mirfat, N. Andadari, and Y. N. Indah, “Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Dokumen Rekam Medis di RS X Kabupaten Kediri,” Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit, vol. 6, no. 2, pp. 174–186, 2017.

[11] R. N. K. Rohman, “Analisa Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap ke Unit Kerja Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo,” Cakra Buana Kesehatan, vol. 7, no. 1, pp. 27–44, 2017.

[12] Erlindai, “Faktor Penyebab Keterlambatan Waktu Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di RS Estomihi Medan Tahun 2019,” Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda, vol. 4, no. 2, pp. 626–636, 2019.

[13] I. R. Suryawiyanto, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Ambunten Tahun 2021,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.

[14] M. I. Lutfiah, E. T. Ardianto, A. Deharja, and S. Juwitaswari, “Analisis Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 3, pp. 403–413, 2021.

[15] G. Alfiansyah et al., “Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit,” Jenggala: Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan, vol. 2, no. 1, pp. 54–63, 2023.

[16] A. P. Wicaksono, N. Nuraini, and I. Nurmawati, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 214–223, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i2.2158.

[17] R. A. Wijayanti, N. Nuraini, and S. J. Swari, “Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 8, no. 2, pp. 145–152, 2020, doi: 10.33560/jmiki.v8i2.272.

[18] M. W. Santi, A. Deharja, and S. J. Swari, “Evaluation of Medical Record Management Quality in Indonesian Hospitals,” International Journal of Innovation, Creativity and Change, vol. 13, no. 7, pp. 1142–1154, 2020, doi: 10.53333/IJICC2013/13789.

[19] G. Alfiansyah, R. A. Wijayanti, and N. Nuraini, “Analysis of Factors Affecting Medical Record Document Distribution Services in Hospitals,” Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence, vol. 7, no. 1, pp. 65–73, 2021, doi: 10.20473/jisebi.7.1.65-73.

[20] S. J. Swari, R. D. Kurniawati, G. Alfiansyah, and R. A. Wijayanti, “Analysis of Completeness of Inpatient Medical Record Documentation in a Referral Hospital,” Indian Journal of Public Health Research and Development, vol. 10, no. 8, pp. 1712–1717, 2019, doi: 10.5958/0976-5506.2019.02074.2.

[21] N. Nuraini, A. Deharja, and I. Nurmawati, “Root Cause Analysis of Delayed Medical Record Provision Services in Hospitals,” International Journal of Scientific and Technology Research, vol. 9, no. 3, pp. 3125–3130, 2020, doi: 10.31219/osf.io/y5h3x.

[22] E. T. Ardianto, A. Deharja, and M. W. Santi, “Factors Influencing the Quality of Medical Record Services in Indonesian Health Facilities,” Journal of Healthcare Engineering, vol. 2021, pp. 1–8, 2021, doi: 10.1155/2021/6678459.

[23] F. Erawantini, A. Deharja, and D. S. H. Putra, “Evaluation of Health Information Management Implementation in Hospital Medical Record Units,” Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, vol. 9, no. E, pp. 580–586, 2021, doi: 10.3889/oamjms.2021.6351.

[24] A. Deharja, N. Nuraini, and R. A. Wijayanti, “Improving Medical Record Service Performance Through Health Information Management Approaches,” International Journal of Advanced Science and Technology, vol. 29, no. 5, pp. 4820–4827, 2020, doi: 10.2139/ssrn.3578204.

[25] S. J. Swari, M. W. Santi, and G. Alfiansyah, “Hospital Medical Record Management Performance Evaluation Using Human Organization Technology Fit Framework,” Systematic Reviews in Pharmacy, vol. 11, no. 12, pp. 1231–1237, 2020, doi: 10.31838/srp.2020.12.178.

Downloads

Published

2025-02-18

How to Cite

Dwiyana, N., Wijayanti, R. A., Santi, M. W., & Alfiansyah, G. (2025). Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di UPTD Rumah Sakit Jiwa dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Health & Medical Sciences, 2(2), 64–79. https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.732

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.