Pembuatan Sistem Ketidaklengkapan Pengisian Catatan Medis (KLPCM) di Unit Rawat Inap Berbasis Web

Authors

  • Dita Destya Pitaloka Politeknik Negeri Jember
  • Niyalatul Muna Politeknik Negeri Jember
  • Demiawan Rachmatta Putro Mudiono Politeknik Negeri Jember
  • Bakhtiyar Hadi Prakoso Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.730

Keywords:

Black Box, KLPCM, Rekam Medis, Prototype

Abstract

Pelaksanaan analisis data KLPCM di salah satu unit rawat inap masih dilaksanakan tanpa menggunakan sebuah sistem. Dampak dalam penerapan analisis data KLPCM yang masih manual bisa berpengaruh dalam proses rincian informasi rekam medis pasien saat melakukan perawatan di Rumah Sakit sehingga pelaporan dapat terhambat. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat sistem KLPCM rawat inap berbasis web. Metode yang digunakan adalah metode prototype dengan tahapan mengidentifikasi kebutuhan user, membangun prototype, menyesuaikan prototype, mengkodekan prototype, menguji sistem dengan menggunakan metode Black box, dan menyesuaikan sistem. Hasil uji dengan menggunakan metode black box ini menunjukan bahwa fitur telah berhasil diuji sesuai dengan fitur yang dibutuhkan pengguna. Bahasa pemrograman web yang digunakan adalah framework CI 3, database Mysql dan template Bootstrap. Hasil penelitian ini berupa sistem informasi yang dapat membantu dan mempermudah petugas dalam pelaksanaan pengolahan laporan KLPCM sehingga hasil pengolahan data dapat berpengaruh baik terhadap perencanaan mutu rumah sakit kedepannya. Kelebihan sistem menghasilkan laporan KLPCM yang dapat menunjukan yang dianalisis pada setiap ruangan serta dapat ditampilkannya diagram KLPCM, notifikasi email ketidaklengkapan kepada kepala ruangan, dan pop up notifikasi ketidaklengkapan pada sistem.  

References

[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis,” Jakarta, Indonesia, 2022.

[2] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, “Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit,” Jakarta, Indonesia, 2008.

[3] Siswati and Y. Maryati, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan II: Akreditasi dan Manajemen Risiko. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017.

[4] A. R. Hidayat, Y. I. Daniati, H. N. Seha, and P. Studi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, “Review kelengkapan berkas rekam medis rawat inap secara retrospective di Rumah Sakit Panti Rini,” Jurnal Pertama Indonesia, vol. 12, no. 2, pp. 1–11, 2021.

[5] M. Karma, M. Wirajaya, and N. M. U. Kartika, “Analisis ketidaklengkapan rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan,” Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, vol. 6, no. 1, pp. 11–20, 2019, doi: 10.7454/arsi.v6i1.3553.

[6] N. Nuer, “Ketidaklengkapan pengisian rekam medis dari aspek analisis kuantitatif di rumah sakit,” Undergraduate Thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panakkukang Makassar, Makassar, Indonesia, pp. 57–65, 2020.

[7] S. Laugi, “Sistem informasi berbasis web dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan,” Shautut Tarbiyah, vol. 24, no. 1, pp. 109–126, 2018, doi: 10.31332/str.v24i1.939.

[8] S. N. Saepudin and I. Sari, “Pengaruh kelengkapan pengisian formulir resume medis terhadap mutu rekam medis di RSKIA Kota Bandung,” Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, vol. 1, no. 11, pp. 1593–1600, 2021, doi: 10.36418/cerdika.v1i11.240.

[9] N. M. Farraswati, “Perancangan dan pembuatan sistem informasi pelaporan indikator pelayanan rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2021.

[10] E. W. Fridayanthie, H. Haryanto, and T. Tsabitah, “Penerapan metode prototype pada perancangan sistem informasi penggajian karyawan (Persis Gawan) berbasis web,” Paradigma: Jurnal Komputer dan Informatika, vol. 23, no. 2, pp. 151–157, 2021, doi: 10.31294/p.v23i2.10998.

[11] S. Butsianto, “Pengembangan sistem informasi penjualan berbasis web menggunakan metode prototyping pada Toko Bay Sticker,” SIGMA: Jurnal Teknologi Pelita Bangsa, vol. 10, pp. 87–97, 2020.

[12] T. S. Jaya, “Pengujian aplikasi dengan metode black box testing boundary value analysis,” Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT, vol. 3, no. 2, pp. 45–46, 2018.

[13] H. Nurfauziah and I. Jamaliyah, “Perbandingan metode testing antara black box dengan white box pada sebuah sistem informasi,” Jurnal Visualika, vol. 8, no. 2, pp. 105–113, 2022.

[14] R. M. Benanza, B. Pitoewas, and H. Yanzi, “Hubungan penerapan metode pembelajaran brainstorming terhadap kemampuan berpikir kritis siswa,” Jurnal Kultur Demokrasi, vol. 2, no. 1, pp. 1–10, 2014.

[15] G. E. A. Kustanto and H. P. Chernovita, “Perancangan sistem informasi manajemen berbasis web: Studi kasus PT Unicorn Intertranz,” Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 8, no. 4, pp. 719–728, 2021, doi: 10.25126/jtiik.2021844849.

[16] A. Kruse, K. Stein, H. Thomas, and P. Kaur, “The use of Electronic Health Records to support population health: A systematic review of the literature,” J. Med. Syst., vol. 42, no. 11, pp. 1–16, 2018, doi: 10.1007/s10916-018-1075-6.

[17] J. S. Ancker, Y. Kern, D. Edwards, D. Nosal, and A. Kaushal, “Associations between healthcare quality and use of electronic health record functions in ambulatory care,” J. Am. Med. Inform. Assoc., vol. 25, no. 6, pp. 634–640, 2018, doi: 10.1093/jamia/ocx151.

[18] J. Adler-Milstein and A. K. Jha, “HITECH Act drove large gains in hospital electronic health record adoption,” Health Aff., vol. 36, no. 8, pp. 1416–1422, 2017, doi: 10.1377/hlthaff.2016.1651.

[19] M. Z. Bao, M. A. Carayon, P. Hoonakker, and J. M. Wetterneck, “Electronic health records and user-centered design: A systematic review,” J. Am. Med. Inform. Assoc., vol. 27, no. 10, pp. 1697–1703, 2020, doi: 10.1093/jamia/ocaa081.

[20] S. N. Weiskopf and C. Weng, “Methods and dimensions of electronic health record data quality assessment: Enabling reuse for clinical research,” J. Am. Med. Inform. Assoc., vol. 20, no. 1, pp. 144–151, 2013, doi: 10.1136/amiajnl-2011-000681.

[21] J. S. Ancker, A. Edwards, D. Nosal, D. Hauser, E. Mauer, and R. Kaushal, “Effects of workload, work complexity, and repeated alerts on alert fatigue in a clinical decision support system,” BMC Med. Inform. Decis. Mak., vol. 17, no. 1, pp. 1–9, 2017, doi: 10.1186/s12911-017-0430-8.

[22] J. Adler-Milstein, E. Holmgren, P. Kralovec, C. Worzala, T. Searcy, and V. Patel, “Electronic health record adoption and interoperability among US hospitals,” Health Aff., vol. 36, no. 8, pp. 1416–1425, 2017, doi: 10.1377/hlthaff.2017.0060.

[23] H. Goldstein, M. Phelan, M. Wilson, K. Ross-White, and J. VanDenKerkhof, “Brief review: Adoption of electronic medical records to enhance healthcare quality,” Can. J. Anesth., vol. 64, no. 9, pp. 1042–1050, 2017, doi: 10.1007/s12630-017-0910-5.

[24] C. M. DesRoches, E. G. Campbell, S. R. Rao, K. Donelan, T. G. Ferris, and A. K. Jha, “Electronic health records in ambulatory care—A national survey of physicians,” N. Engl. J. Med., vol. 359, no. 1, pp. 50–60, 2008, doi: 10.1056/NEJMsa0802005.

[25] P. Hoonakker, M. Carayon, P. Walker, J. Brown, M. Cartmill, and J. Wetterneck, “The relationship between electronic health records and healthcare quality: A systematic review and meta-analysis,” Int. J. Med. Inform., vol. 126, pp. 100–119, 2019, doi: 10.1016/j.ijmedinf.2019.03.014.

Downloads

Published

2025-02-18

How to Cite

Pitaloka, D. D., Muna, N., Putro Mudiono, D. R., & Prakoso, B. H. (2025). Pembuatan Sistem Ketidaklengkapan Pengisian Catatan Medis (KLPCM) di Unit Rawat Inap Berbasis Web. Health & Medical Sciences, 2(2), 29–42. https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.730

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.