Analisis Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Assessment Rawat Inap RS X di Pasuruan

Authors

  • Kuni Adilata Politeknik Negeri Jember
  • Novita Nuraini Politeknik Negeri Jember
  • Maya Weka Santi Politeknik Negeri Jember
  • Selvia Juwita Swari Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v1i4.706

Keywords:

Ketidaklengkapan, Assessment Awal Medis, Rawat Inap, Kinerja, Gibson

Abstract

Assessment awal medis rawat inap merupakan formulir untuk memulai proses asuhan pasien. Terdapat ketidaklengkapan pada formulir Assessment awal medis paru sebesar 78,9%, pada formulir Assessment awal medis bedah sebesar 92,5%, dan pada formulir Assessment awal medis umum sebesar 100%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian formulir Assessment awal medis rawat inap menggunakan teori kinerja Gibson serta menyusun upaya perbaikan dengan brainstorming. Riset ini berjenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan tertulis, wawancara, observasi, dokumentasi. Subjek dalam riset ini yaitu dokter spesialis bedah, dokter spesialis paru, dokter umum, pelaksana analisis, kepala rekam medis, dan perawat ruang rawat inap. Hasil riset menjelaskan bahwa faktor individu dan faktor psikologi tidak menjadi penyebab ketidaklengkapan pengisian formulir Assessment awal medis rawat inap. Faktor organisasi yaitu tidak adanya sistem reward dan punishment kepada petugas apabila petugas mengisi formulir Assessment awal medis rawat inap dengan lengkap. Upaya perbaikan permasalahan tersebut yaitu pemberian reward dapat diberikan berupa pujian atau memasukkan petugas dalam pegawai teladan, punishment dapat berupa teguran secara lisan kepada petugas.

References

[1] M. Muhlizardy, “Analisis kepatuhan petugas klinis dalam kelengkapan rekam medis elektronik dan rekam medis manual di rumah sakit,” Jurnal Adminkes, vol. 5, no. 1, pp. 23–31, 2020.

[2] S. Sudjana, “Aspek hukum rekam medis atau rekam medis elektronik sebagai alat bukti dalam transaksi terapeutik,” Veritas et Justitia, vol. 3, no. 2, pp. 359–383, 2017.

[3] D. Mawarni and R. D. Wulandari, “Identifikasi ketidaklengkapan rekam medis pasien rawat inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan,” Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, vol. 1, no. 2, 2020.

[4] E. A. Agustina, “Faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit: Literature review,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 10, no. 1, p. 104, 2022.

[5] Y. Vidiarti and D. Mulyanti, “Strategi manajemen peningkatan mutu rekam medis elektronik di rumah sakit,” Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 101–107, 2023.

[6] D. Saptanty et al., “Hubungan usia dan masa kerja dengan kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 9, no. 1, p. 73, 2022.

[7] Y. Ringu, “Analisis faktor yang berhubungan dengan response time perawat di IGD RSU tipe C di Kupang berdasarkan teori kinerja Gibson,” Advanced Drug Delivery Reviews, vol. 135, pp. 989–1011, 2017.

[8] D. Riyantika, “Analisis faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian lembar resume medis pasien rawat inap,” Jurnal Ilmu Kesehatan, vol. 7, no. 1, 2018.

[9] A. Susanto, “Manajemen mutu sumber daya manusia di unit rekam medis PKU Muhammadiyah Surakarta,” Infokes: Jurnal Ilmu Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 8, no. 2, 2018.

[10] Sakban, I. Nurmal, and R. B. Ridwan, “Manajemen sumber daya manusia,” Journal of Administration and Educational Management, vol. 2, no. 1, 2019.

[11] A. N. Maulani et al., “Analisis implementasi pendistribusian berkas rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Bandung,” Jurnal Ilmu Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda, vol. 6, no. 2, pp. 174–182, 2021.

[12] C. Chairunnisa, “Kepemimpinan, sistem dan struktur organisasi, lingkungan fisik, dan keefektifan organisasi sekolah,” Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 19, no. 1, pp. 56–60, 2013.

[13] K. S. Wardani, Rumpiati, and A. Dharmastuti, “Manajemen organisasi sumber daya manusia di unit kerja rekam medik Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo,” Global Health Science, vol. 2, no. 2, 2011.

[14] D. Kristinawati, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan desa di Kabupaten Bantul D.I. Yogyakarta tahun 2011,” B.Sc. thesis, 2011.

[15] A. S. Hasibuan and M. W. Siburian, “Sikap petugas terhadap pengisian rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Sinar Husni tahun 2017,” Jurnal Ilmu Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda, vol. 3, no. 1, pp. 363–369, 2019.

[16] R. Hatta, Manajemen Informasi Kesehatan di Rumah Sakit, Jakarta: UI Press, 2017.

[17] Kementerian Kesehatan RI, “Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis,” Jakarta, 2022.

[18] World Health Organization, Medical Records Manual: A Guide for Developing Countries, WHO, 2006.

[19] R. S. Pressman, Software Engineering: A Practitioner’s Approach, 8th ed. New York: McGraw-Hill, 2015.

[20] L. O’Brien and J. Marakas, Management Information Systems, McGraw-Hill, 2011.

[21] A. H. Hatta, “Rekam medis sebagai sumber informasi kesehatan,” Jurnal Kesehatan, vol. 10, no. 2, 2018.

[22] B. H. Hartono, Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer, Jakarta: Rineka Cipta, 2012.

[23] A. Kendall and J. Kendall, Systems Analysis and Design, Pearson, 2014.

[24] S. R. L. Asmara, “Analisis sistem informasi kesehatan berbasis elektronik,” Jurnal Sistem Informasi, vol. 14, no. 1, 2020.

[25] R. H. Azwar, “Evaluasi mutu pelayanan rekam medis di rumah sakit,” Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, vol. 12, no. 3, 2019.

Downloads

Published

2024-05-18

How to Cite

Adilata, K., Nuraini, N., Santi, M. W., & Swari, S. J. (2024). Analisis Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Assessment Rawat Inap RS X di Pasuruan. Health & Medical Sciences, 1(4), 1–11. https://doi.org/10.47134/phms.v1i4.706

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.