Analisis Faktor Penyebab tidak Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember

Authors

  • Bella Imania Putri Politeknik Negeri Jember
  • Efri Tri Ardianto Politeknik Negeri Jember
  • Indah Muflihatin Politeknik Negeri Jember
  • Erna Selviyanti Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v2i3.746

Keywords:

BOR, Efisiensi, Faktor Penyebab, Penggunaan Tempat Tidur

Abstract

Penggunaan tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember belum mencapai efisien dilihat dari nilai BOR pada tahun 2019-2021 yang semakin menurun. Kondisi ini berdampak pada  kualitas pelayanan rumah sakit seperti tenaga kesehatan yang tidak memenuhi standar dan fasilitas rumah sakit yang masih kurang mengakibatkan ketidakpuasan pasien, serta kegiatan promosi yang tidak maksimal berdampak pada ketidakefisienan pelayanan kesehatan dikarenakan banyak masyarakat yang kurang tahu terkait rumah sakit dan fasilitas apa saja yang diberikan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal penyebab tidak efisiennya pemakaian tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember tahun 2019-2021. Jenis penilitan ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah perawat dan pasien. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat faktor internal dan eksternal penyebab ketidakefisienan penggunaan tempat tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember. Faktor internal adalah jumlah tenaga medis khususnya perawat yang tidak sesuai dengan standart yang telah ditetapkan, kurangnya alat pemeriksaan penunjang seperti CT Scan dan Lab PA, serta promosi yang dilakukan belum dapat meningkatkan jumlah kunjungan di rumah sakit. Sedangkan faktor eksternal adanya wabah (pandemi covid-19) yang sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan pasien. Saran dari peneliti yaitu perlu melakukan penambahan tenaga kesehatan khususnya perawat, melakukan pengadaan terkait alat pemeriksaan penunjang yang kurang, dan memaksimalkan promosi rumah sakit. 

References

[1] W. Widiyanto and R. A. Wijayanti, “Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Mitra Medika Kabupaten Bondowoso,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 4, pp. 529–536, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i4.2060.

[2] S. P. S. Lubis and C. Astuti, “Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di RSJ Berdasarkan Indikator Rawat Inap di Triwulan I Tahun 2018,” Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda, vol. 3, no. 2, pp. 466–472, 2018.

[3] L. Sulistiyono and A. Kurniawan, “Efisiensi Pengelolaan Tempat Tidur Rawat Inap Per Bulan Berdasarkan Indikator Barber Johnson di RSUI YAKSSI Gemolong Sragen Tahun 2017,” Infokes, vol. 8, no. 2, pp. 57–64, 2018.

[4] R. Indharwati, “Sumber Daya terhadap Rendahnya Capaian Bed Occupancy Rate (BOR) Berdasarkan Penilaian Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Paru Jember Tahun 2017,” Undergraduate Thesis, Universitas Jember, Jember, Indonesia, 2018.

[5] A. S. Herawaty, “Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2016, 2017, dan 2018 Melalui Pendekatan Barber-Johnson,” Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, vol. 4, no. 2, pp. 121–127, 2021, doi: 10.56338/mppki.v4i2.1484.

[6] H. Haeruddin, M. K. Alwi, and U. Syamsuddin, “Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan dan Minat Kembali di RSUD Haji Makassar,” Window of Health: Jurnal Kesehatan, vol. 4, no. 3, pp. 282–288, 2021, doi: 10.33096/woh.v4i03.241.

[7] A. Salim, E. Rachmawati, M. W. Santi, and I. Muflihatin, “Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR) di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 4, no. 4, pp. 219–227, 2023, doi: 10.25047/j-remi.v4i4.3322.

[8] A. Br. Surbakti and S. Y. Telaumbanua, “Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR),” INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, vol. 2, no. 5, pp. 958–964, 2023, doi: 10.55123/insologi.v2i5.2712.

[9] T. Lestari and I. T. Wahyuni, “Analisis Faktor Determinan Efisiensi Nilai Bed Occupancy Ratio: Fishbone Analysis,” Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 56–63, 2019, doi: 10.32585/jmiak.v2i02.454.

[10] H. N. Seha, F. R. P. Nugroho, and Harno, “Efisiensi Indikator Rawat Inap RS Rajawali Citra Tahun 2019,” in Prosiding Diskusi Ilmiah Inovasi dan Teknologi Informasi untuk Mendukung Kinerja PMIK dalam Masa Pandemi COVID-19, 2020, pp. 24–39.

[11] R. G. Setyabudi and M. Dewi, “Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah,” Jurnal Komunikasi, vol. 12, no. 1, pp. 81–100, 2017, doi: 10.20885/komunikasi.vol12.iss1.art6.

[12] H. N. Yuniawati, H. S. Rohmah, and S. Setiatin, “Analisis Efisiensi Nilai Bed Occupancy Rate (BOR) pada Masa Pandemi COVID-19 Periode Triwulan IV Tahun 2020,” Jurnal Wiyata, vol. 8, no. 2, pp. 116–122, 2021.

[13] A. Arumawati, S. Suparti, and W. W. Widiyanto, “Analisis Efisiensi Pelayanan Pasien Rawat Inap di RSU Assalam Gemolong Sragen,” Journal of Health Information Management Indonesia, vol. 1, no. 2, pp. 53–60, 2022, doi: 10.46808/jhimi.v2i1.30.

[14] M. P. Gustomi, R. Zahroh, K. Umah, M. Syafii, and N. Mustafidah, “Analysis of Bed Occupancy Rate (BOR) Factors in the Intensive Care Unit (ICU) of Petrokimia Gresik Driyorejo Hospital,” Management Studies and Entrepreneurship Journal, vol. 4, no. 1, pp. 426–435, 2023.

[15] N. Agustriyani and H. Rohman, “Implementasi Kebijakan terhadap Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta,” in Prosiding Seminar Nasional Manajemen Informasi Kesehatan, 2020, pp. 15–22.

[16] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia Revisi II. Jakarta, Indonesia: Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, 2006.

[17] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2008.

[18] Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta, Indonesia: Sekretariat Negara RI, 2009.

[19] N. N. Hidayati and H. Rohman, “Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung,” Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 1, pp. 35–42, 2021.

[20] B. Huffman, Health Information Management, 10th ed. Berwyn, IL, USA: Physicians’ Record Company, 1994.

[21] D. A. Bedworth and J. E. Bedworth, Integrated Production Control Systems: Management, Analysis, Design. New York, NY, USA: Wiley, 1987.

[22] A. Donabedian, “The Quality of Care: How Can It Be Assessed?,” Journal of the American Medical Association, vol. 260, no. 12, pp. 1743–1748, 1988, doi: 10.1001/jama.260.12.1743.

[23] World Health Organization, Hospital Statistics and Health Information Systems. Geneva, Switzerland: WHO, 2019.

[24] N. P. Fadhila, S. Farlinda, and R. A. Wijayanti, “Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Indikator Barber Johnson di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Jember,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 3, no. 2, pp. 98–106, 2022, doi: 10.25047/j-remi.v3i2.2760.

[25] W. A. Sari and M. W. Santi, “Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Pemanfaatan Tempat Tidur Rawat Inap Menggunakan Metode Fishbone di Rumah Sakit Umum Daerah,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 10, no. 1, pp. 45–53, 2022, doi: 10.33560/jmiki.v10i1.412.

Downloads

Published

2025-02-28

How to Cite

Putri, B. I., Ardianto, E. T., Muflihatin, I., & Selviyanti, E. (2025). Analisis Faktor Penyebab tidak Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember. Health & Medical Sciences, 2(3), 61–70. https://doi.org/10.47134/phms.v2i3.746

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.