Analisis Faktor Risiko Ketuban Pecah Dini di RSU Srikandi IBI Jember

Authors

  • Alfina Farah Damayanti Politeknik Negeri Jember
  • Veronika Vestine Politeknik Negeri Jember
  • Novita Nuraini Politeknik Negeri Jember
  • Indah Muflihatin Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.740

Keywords:

Cross Sectional, Faktor Risiko, Ketuban Pecah Dini

Abstract

Kejadian ketuban pecah dini di RSU Srikandi IBI Jember pada tiga tahun terakhir mengalami penurunan, namun selalu menjadi 10 besar penyakit rawat inap di RSU Srikandi IBI Jember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko ketuban pecah dini berdasarkan paritas, umur, riwayat KPD, riwayat infeksi genitalia, usia kehamilan, pekerjaan, dan distensi uterus berdasarkan rekam medis rawat inap di RSU Srikandi IBI Jember Tahun 2023. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan simple random sampling dengan sampel penelitian terdiri dari 168 sampel kelompok terpapar dan 168 sampel kelompok tidak terpapar. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan variabel paritas (p value = 1,000), umur (p value = 0,342), riwayat KPD (p value = 0,000), riwayat infeksi genitalia (p value = 1,000), usia kehamilan (p value = 0,677), pekerjaan (p value = 0,749), distensi uterus (p value = 0,005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor riwayat KPD dan distensi uterus dengan kejadian ketuban pecah dini. Penelitian ini dapat digunakan sebagai deteksi dan antisipasi dini untuk meminimalisir terjadinya ketuban pecah dini. 

References

[1] Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Profil Kesehatan Jawa Timur Tahun 2022. Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2022.

[2] M. Widyandini, R. O. Alestari, and L. Oktarina, “Analisis hubungan usia kehamilan dan riwayat KPD dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya,” Jurnal Surya Medika, vol. 8, no. 1, pp. 168–171, 2022.

doi: 10.33084/jsm.v8i1.3446.

[3] Sulastri and M. Epriana, “Analisis faktor risiko ketuban pecah dini di RSUD Mukomuko Kabupaten Mukomuko Tahun 2021,” Journal of Midwifery and Nursing Studies, vol. 3, no. 2, 2021.

[4] I. Masturoh and N. Anggita, Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018.

[5] N. Muslihah, I. Fahmi, A. R. Maulidiana, and I. Y. Habibie, Prinsip dan Aplikasi Metodologi Penelitian Gizi. Malang: Universitas Brawijaya Press, 2021.

[6] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta, 2019.

[7] I. M. L. M. Jaya, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia, 2020.

[8] E. N. Maulana and U. N. Maulani, “Perbedaan karakteristik dan faktor lainnya terhadap ketuban pecah dini (KPD) di Puskesmas Ciambar Kabupaten Sukabumi Tahun 2018,” Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan, vol. 10, no. 1, 2021.

[9] S. Tahir, Faktor Determinan Ketuban Pecah Dini. Bandung: Media Sains Indonesia, 2021.

[10] E. Rohmatin and U. H. Mawaddahi, “Faktor-faktor yang mempengaruhi ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2019,” Media Informasi, vol. 17, no. 1, pp. 79–85, 2021.

[11] D. W. Astuti, “Karakteristik ibu bersalin dengan ketuban pecah dini,” Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja, vol. 8, no. 1, 2023.

[12] N. Rohmawati and A. I. Fibiriana, “Ketuban pecah dini di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran,” HIGEIA, vol. 2, no. 1, pp. 23–32, 2018.

[13] V. Erwani, I. Triwijayanti, and A. Budiyanto, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada praktik mandiri bidan,” Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja, vol. 8, no. 1, pp. 1–8, 2023.

[14] A. A. Novitasari, A. Tihardimanto, and R. Rahim, “Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Lamaddukelleng Kab. Wajo,” Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran, vol. 5, no. 2, pp. 10–18, 2021.

[15] R. Novirianthy, S. Safarianti, M. Syukri, C. M. Yeni, and M. I. Arzda, “Profil ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh,” Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, vol. 21, no. 3, pp. 215–221, 2021.

doi: 10.24815/jks.v21i3.21299.

[16] L. Barokah and S. A. Agustina, “Faktor internal kejadian ketuban pecah dini di Kabupaten Kulon Progo,” Jurnal Kesehatan, vol. 4, no. 2, pp. 108–115, 2021.

[17] N. Y. Siregar, O. V. Indah, L. W. Longgupa, F. Noya, S. Bernike, and N. Nurfatimah, “Gambaran karakteristik ibu bersalin dengan ketuban pecah dini,” Ners Journal Bidan, vol. 2, no. 1, pp. 1–8, 2023.

doi: 10.33860/njb.v2i1.1797.

[18] E. Puspitasari, “Faktor predisposisi kejadian ketuban pecah dini di Rumah Sakit Nur Hidayah, Imogiri, Bantul, Yogyakarta,” Avicenna: Journal of Health Research, vol. 4, no. 2, pp. 38–46, 2021.

doi: 10.36419/avicenna.v4i2.529.

[19] B. Rahayu and A. N. Sari, “Studi deskriptif penyebab kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada ibu bersalin,” Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, vol. 5, no. 2, pp. 134–138, 2017.

doi: 10.21927/jnki.2017.5(2).134-138.

[20] S. Marinda, R. Widowati, and D. Kurniati, “Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya ketuban pecah dini (KPD) di Rumah Sakit Pamanukan Medical Center Kabupaten Subang Jawa Barat,” Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan, vol. 9, no. 2, 2020.

[21] B. Rahayu, “Hubungan faktor-faktor usia ibu, paritas, umur kehamilan, dan overdistensi dengan kejadian ketuban pecah dini di rumah sakit Yogyakarta,” Media Ilmu Kesehatan, vol. 7, no. 2, pp. 137–142, 2018.

doi: 10.30989/mik.v7i2.279.

[22] I. Wulansari, R. Mantoki, A. Ismail, W. N. Hasan, and R. Halid, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di Provinsi Gorontalo,” Jurnal Keperawatan, vol. 15, no. 1, pp. 303–310, 2023.

[23] N. Aprillia, “Faktor risiko ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini di RSUD Bangkinang Tahun 2017,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 2, no. 1, 2018.

[24] I. A. M. Febrianti and A. Octaviani, “Faktor yang berhubungan terhadap kejadian ketuban pecah dini (KPD) di RSIA Sitti Khadijah I Makassar Tahun 2019,” Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia, vol. 3, no. 1, pp. 45–52, 2019.

[25] D. F. Puspita, K. Novianty, and A. F. Rahmadini, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin di BPM Sri Puspa Kencana, Amd.Keb Kabupaten Bogor,” Journal of Midwifery Care, vol. 2, no. 1, pp. 1–10, 2021.

doi: 10.34305/jmc.v2i01.364.

[26] R. Octavia and F. Fairuza, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di Rumah Sakit Budi Asih Serang periode Oktober 2018,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima, vol. 2, no. 1, pp. 53–63, 2019.

[27] M. Idaman, I. Y. Darma, and S. Zaimy, “Hubungan faktor risiko dengan ketuban pecah dini,” Jurnal Kesehatan Medika Saintika, vol. 11, no. 1, pp. 100–107, 2020.

[28] D. A. Oktaviani and Y. V. A. Dewi, “Hubungan usia ibu, usia kehamilan dan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini di Puskesmas Tanah Sereal Kota Bogor,” Jurnal Ilmiah Penelitian, vol. 5, no. 2, pp. 75–82, 2022.

[29] Legawati and Riyanti, “Determinan kejadian ketuban pecah dini (KPD) di Ruang Cempaka RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya,” Jurnal Surya Medika, vol. 3, no. 2, pp. 95–105, 2018.

[30] Andriyani, Lisnawati, F. Kurniawan, Anoluthfa, and W. O. S. K. Wuna, “Faktor yang mempengaruhi penyebab terjadinya ketuban pecah dini (KPD) ibu bersalin di RSUD Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara,” Journal of Health, Nursing and Midwifery Sciences Adpertisi, vol. 2, no. 1, 2021.

[31] K. S. Negara, R. S. Mulyana, and E. S. Pangkahila, Buku Ajar Ketuban Pecah Dini. Denpasar: Universitas Udayana, 2017.

Downloads

Published

2025-02-18

How to Cite

Damayanti, A. F., Vestine, V., Nuraini, N., & Muflihatin, I. (2025). Analisis Faktor Risiko Ketuban Pecah Dini di RSU Srikandi IBI Jember. Health & Medical Sciences, 2(2), 98–112. https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.740

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 

You may also start an advanced similarity search for this article.