Faktor Penyebab Ketidakefisienan Penggunaan Tempat Tidur Berdasarkan Grafik Barber Johnson di Rumah Sakit Kalisat

Authors

  • Fatimatus Zahro Politeknik Negeri Jember
  • Ida Nurmawati Politeknik Negeri Jember
  • Atma Deharja Politeknik Negeri Jember
  • Efri Tri Ardianto Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v1i3.700

Keywords:

Efisiensi, Grafik Barber Johnson, Penggunaan Tempat Tidur

Abstract

Kualitas layanan kesehatan di rumah sakit dapat tercermin dari seberapa efisien penggunaan tempat tidur. Nilai indikator penggunaan tempat tidur di RSD Kalisat Tahun 2017-2022 belum mencapai standar Barber Johnson. Tahun 2022 nilai BOR sebesar 49,84%, LOS 2,62 hari, TOI 3,68 hari, BTO 58,04 kali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab ketidakefisienan penggunaan tempat tidur dengan menggunakan pendekatan sistem. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala unit rekam medis, 3 perawat, 1 bidan, 2 dokter, kepala bidang pelayanan medis, dan kepala bagian promosi dan perlengkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tempat tidur di RSD Kalisat belum efisien. Tiga faktor penyebab utama tidak efisiennya penggunaan tempat tidur di RSD Kalisat yaitu fasilitas penunjang medis dan non medis belum tersedia lengkap, jumlah dokter yang tersedia kurang dan belum lengkapnya dokter spesialis, serta belum maksimalnya kegiatan promosi. Rekomendasi penyelesaian penyebab masalah tersebut yaitu penyediaan CT-multislice, menambah jumlah dokter dan dokter spesialis yang belum tersedia, membuat konten yang menarik untuk mempromosikan RSD Kalisat, serta membuat jadwal rutin kegiatan promosi di lapangan dan sosial media.

References

[1] R. I. Sudra, Statistik Rumah Sakit. Yogyakarta, Indonesia: Graha Ilmu, 2010.

[2] S. Kartika Sari, S. Wulandari, R. Perwirani, and P. Indonusa Surakarta, “Analisis Faktor Penyebab Ketidakefisienan Grafik Barber Johnson di Rumah Sakit Umum Asy-Syifa Sambi pada Tahun 2021,” Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI), vol. 2, no. 1, pp. 37–43, 2022. [Online]. Available: http://jhimi.poltekindonusa.ac.id/jurnal_jhimi/index.php/MIK/article/view/25

[3] Misniati, B. Hartono, D. Purnamawati, A. R. Thaha, and A. A’la, “Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Peningkatan BOR Selama Pandemi Dirawat Inap Non-COVID RSIJ Cempaka Putih,” Muhammadiyah Public Health Journal, vol. 2, no. 1, 2021. [Online]. Available: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/MPHJ/article/view/10255

[4] T. Lestari and I. T. Wahyuni, “Analisis Faktor Determinan Efisiensi Nilai Bed Occupancy Ratio: Fishbone Analysis,” Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), vol. 2, no. 2, 2019, doi: 10.32585/jmiak.v2i02.454.

[5] V. Rinjani and E. Triyanti, “Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Per Ruangan Berdasarkan Indikator Depkes dan Barber Johnson,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 4, no. 2, pp. 38–45, 2016. [Online]. Available: http://jmiki.aptirmik.or.id/index.php/jmiki/article/view/130/94

[6] Titiwiarti, A. Saka, I. Yunawati, and Suhadi, “Studi Tentang Pengelolaan Program Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Pasarwajo Kabupaten Buton Tahun 2017,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 2018. [Online]. Available: http://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/3905

[7] I. Sari and L. Herfiyanti, “Analisis Metode Barber Johnson untuk Menilai Efisiensi Pelayanan Rumah Sakit Umum di Kota Bandung,” Infokes, pp. 1–13, 2017. [Online]. Available: http://journal.piksi.ac.id/index.php/INFOKES/article/view/45

[8] S. T. Utami, V. H. Azizah, and S. Setiatin, “Indikator Rawat Inap pada Masa Pandemi COVID-19 di RSI Assyifa Sukabumi,” Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, vol. 1, no. 9, pp. 1227–1239, 2021, doi: 10.36418/cerdika.v1i9.190.

[9] V. P. Lumbantoruan, “Gambaran Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson di RSUD Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2017,” Skripsi, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia, 2018.

[10] B. Nababan, “Analisis Hubungan Pelayanan Kesehatan Dengan Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah Sukamara Kalimantan Tengah,” Tesis, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia, 2012.

[11] W. Widiyanto and R. A. Wijayanti, “Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Mitra Medika Kabupaten Bondowoso,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 4, pp. 529–536, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i4.2060.

[12] BPJS Kesehatan, Panduan Praktis Sistem Rujukan Berjenjang. Jakarta, Indonesia: BPJS Kesehatan, 2014.

[13] A. S. Herawaty, “Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2016, 2017, dan 2018 (Melalui Pendekatan Barber-Johnson),” MPPKI, vol. 4, no. 2, pp. 121–127, 2021, doi: 10.31934/mppki.v2i3.

[14] J. Zalukhu, “Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Psikologis Masyarakat,” Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 2020. [Online]. Available: https://osf.io/b8pxs/download

[15] H. N. Yuniawati, H. S. Rohmah, and S. Setiatin, “Analisis Efisiensi Nilai Bed Occupancy Rate (BOR) pada Masa Pandemi COVID-19 Periode Triwulan 4 Tahun 2020,” Jurnal Wiyata, pp. 116–122, 2021. [Online]. Available: http://www.ojs.iik.ac.id/index.php/wiyata/article/view/502

[16] R. Wardani and Z. Arifin, “Optimization of the Use of the Barber-Johnson Chart on the Efficiency of Bed Management in the Kabupaten Kediri Hospital,” Journal of Community Engagement in Health, vol. 7, no. 2, pp. 158–169, 2024, doi: 10.30994/jceh.v7i2.572.

[17] S. Mandia, “The Efficient of Beds Used Based on Graphic Barber Johnson at Semen Padang Hospital in 2017,” International Journal of Community Medicine and Public Health, vol. 6, no. 12, 2019, doi: 10.18203/2394-6040.ijcmph20195446.

[18] V. Valentina, “Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Ruang Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson di RSUD Dr. Pirngadi Medan,” Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI), vol. 4, no. 2, 2019, doi: 10.52943/jipiki.v4i2.82.

[19] Y. Fitriyah, M. R. Aulyana, and E. V. Arsita, “Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Berdasarkan Grafik Barber Johnson di Rumah Sakit Rajawali Citra Yogyakarta,” HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, vol. 5, no. 2, 2025, doi: 10.51878/healthy.v5i2.9549.

[20] S. Lestari and N. A. Ramadhan, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Berdasarkan Grafik Barber Johnson di RSU Bunda Margonda,” Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan, vol. 4, no. 1, 2025, doi: 10.55606/klinik.v4i1.6078.

[21] D. S. Aditia and A. Ulfah, “Analisis Bed Occupancy Ratio (BOR) dalam Menilai Tingkat Efisiensi Pemakaian Tempat Tidur di Rumah Sakit Umum Daerah Cililin,” Jurnal Infokes, vol. 7, no. 2, pp. 21–27, 2023, doi: 10.56689/infokes.v7i2.1255.

[22] A. R. D. Sinlae, Hosizah, and M. Nurmalasari, “Forecasting Kapasitas Tempat Tidur di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 7, no. 2, 2025, doi: 10.25047/j-remi.v7i2.5727.

[23] B. A. Pratama, T. Z. Almira, K. R. Bela, V. Amarsya, and D. A. Felani, “Analisis Indikator Efisiensi Tempat Tidur Berdasarkan Grafik Barber Johnson di RSUD Dr. Saiful Anwar, Jawa Timur Tahun 2022–2024,” Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika, vol. 10, no. 2, 2025, doi: 10.56727/bsm.v10i2.154.

[24] E. W. Faida, A. A. Saadah, A. Intania, A. F. R. Syahputra, F. Veryanti, R. Amalia, and T. C. Ohoiwutun, “Pendampingan Perhitungan Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Berdasarkan Metode Grafik Barber Johnson,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 5, no. 3, pp. 459–465, 2025, doi: 10.52436/1.jpmi.3536.

[25] F. A. Tamarina, H. Suswojo, and S. Absor, “Efficiency of Inpatient Care Services at Surabaya Islamic Hospital in 2022–2023 Using the Barber-Johnson Approach,” Qanun Medika, vol. 10, no. 1, 2026, doi: 10.30651/jqm.v10i01.27393.

Downloads

Published

2024-04-18

How to Cite

Zahro, F., Nurmawati, I., Deharja, A., & Ardianto, E. T. (2024). Faktor Penyebab Ketidakefisienan Penggunaan Tempat Tidur Berdasarkan Grafik Barber Johnson di Rumah Sakit Kalisat. Health & Medical Sciences, 1(3), 15–30. https://doi.org/10.47134/phms.v1i3.700

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.