Analisis Simbolis Makna dalam Tarian Cendrawasih Tradisional Budaya Maluku Kabupaten Kepulauan Aru dalam Penyambutan Tamu Kehormatan
DOI:
https://doi.org/10.47134/pssh.v3i3.565Keywords:
Tarian Cendrawasih, Simbolisme, Budaya Aru, Penyambutan Tamu Kehormatan, Analisis MaknaAbstract
Penelitian ini memfokuskan pada analisis makna simbolis yang terkandung dalam Tari Cendrawasih, sebuah tarian tradisional dari Budaya Maluku Kabupaten Kepulauan Aru, yang secara khusus dipentaskan dalam konteks ritual penyambutan tamu kehormatan. Tujuannya adalah mengurai pesan-pesan tersembunyi yang dikomunikasikan melalui seni pertunjukan ini. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika budaya untuk menafsirkan setiap elemen tarian. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam makna simbolis yang terkandung dalam Tarian Cendrawasih tradisional budaya Maluku Kabupaten Kepulauan Aru sebagai bagian dari prosesi adat penyambutan tamu kehormatan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena fokus utamanya adalah memahami makna-makna budaya yang terkandung dalam Tarian Cendrawasih masyarakat Maluku. Pengambilan data menggunakan deskripsi narasumber daerah setempat. Hasil dari penelitian ini yang dimulai dari gerakan tarian ditafsirkan sebagai representatif dari burung cendrawasi yang dikenal sebagai simbol keindahan dan kemuliaan diwilayah maluku termasuk kepulauan Aru. Kostum dapat disimbulkan sebagai kekayaan alam maluku dan kepulauan aru, kemewahan dan kehormatan mencerminkan kualitas terbaik. Musik pengiring bermakna sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada alam dan roh leluhur, doa untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gerakan dalam tarian yang meniru burung cendrawasih mencerminkan keindahan, kelembutan, dan sikap terbuka dalam menyambut tamu.
References
Abdunabiyeva, M. (2025). The cultural identity and aesthetic expression in Uzbek national dance art. European Review of Contemporary Arts and Humanities, 1(3), 18–24.
Abrahams, M. (2019). Sosiologi kesenian: Memahami masyarakat melalui seni. LP3ES. (Bermanfaat untuk analisis fungsi tari dalam penyambutan tamu).
Akas, N. C. (2020). Symbols in traditional dance: A study of Nkwanwite dance. Journal of Gender and Power, 13(1), 115–133.
Amanupunjo, B. (2015). Kearifan lokal masyarakat Kepulauan Aru dalam pelestarian seni tradisional. Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku.
Basri, S., & Sari, E. (2019). Tari Remo (Ngremong): Sebuah analisis teori semiotika Roland Barthes tentang makna denotasi dan konotasi dalam Tari Remo (Ngremong). GETER: Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, 2(1), 55–69.
Chodorow, J. (2022). The body as symbol: Dance/movement in analysis. In Anthology of contemporary clinical classics in analytical psychology (pp. 95–115). Routledge.
Dharsono, S. K. (2007). Estetika: Pengantar interpretasi seni. Rekayasa Sains. (Penting untuk membedah keindahan gerak Tari Cendrawasih).
Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian kebudayaan. Gadjah Mada University Press.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Hendra, D. F. (2023). Kajian dasar bentuk gerak tari dan musik iringan Tari Zapin Penyengat. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 8(2), 114–127.
Kania, D., Arnidha, Y., & Wahyuni, E. (2023). Analisis unsur-unsur etnomatematika pada gerak tari tradisional Bedana Lampung. Journal of Elementary School Education (JOUese), 3(2), 277–289.
Kayam, U. (1981). Seni, tradisi, masyarakat. Sinar Harapan.
Liru, M. W., Paba, E. F., Pera, E. C. J., Penalosa, A. A., Senge, W., Rabu, A. H., … Desti, D. (2024). Teori semiotik Pierce pada tarian O Uwi Desa Bomari Langa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 2(1), 227–236.
Luisandrith, D. R., & Yanuartuti, S. (2020). Interdisiplin: Pembelajaran seni tari melalui aplikasi Tik Tok untuk meningkatkan kreativitas anak. Jurnal Seni Tari, 9(2), 175–180.
Malinowski, B. (1944). A scientific theory of culture and other essays. The University of North Carolina Press.
Martini, A. E., Matsuri, M., & Ardiansyah, R. (2023). Analisis implementasi pendidikan seni tari berdasarkan teori pendidikan kesenian Ki Hadjar Dewantara di sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 11(4), 37–41.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya. (Referensi standar untuk metode wawancara dan observasi di lapangan).
Pattikayhatu, J. A. (2011). Sejarah dan budaya masyarakat Kepulauan Aru. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku.
Pujiyarti, W., & Damanik, D. W. P. S. (2025). Analisis struktural Tari Dadara Boto: Bentuk, makna simbolik, dan nilai budaya. Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, 7(2).
Rachman, A. (2020). Semiotika tari: Bedah simbol dan makna gerak tradisional. Cipta Media Nusantara. (Sangat relevan untuk menganalisis simbolisme burung Cendrawasih).
Ramli, R. B., Karman, A., Suparman, S., & Musriani, M. (2024). Representasi makna kultural dalam gerakan Tari Seka kontemporer Suku Kamoro Papua. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(3), 328–335.
Sedyawati, E. (1981). Pertumbuhan seni pertunjukan. Sinar Harapan.
Sudarsono. (1999). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.
Sudarsono. (2002). Tari-tarian Indonesia I. Proyek Pengembangan Media Kebudayaan.
Sumardjo, J. (2000). Filsafat seni. ITB. (Membantu menganalisis nilai filosofis di balik penggunaan burung endemik sebagai simbol kehormatan).
Ume, J. A., & Akas, N. C. (2021). Symbols as vectors of meaning in dance communication: A study of Egwuike dance. Nigerian Journal of African Studies, 3(2), 2734–3146.
Waremra, R. S. (2018). Studi etnografi Tari Cendrawasih pada upacara adat di Kabupaten Kepulauan Aru. Jurnal Budaya dan Seni Maluku, 4(2).
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Lisa Lulua, Rani Jayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



