Ekofeminisme Vandana Shiva dan Gerakan Perempuan Lingkungan di Indonesia: Studi Kasus Perjuangan Kartini Kendeng

Authors

  • Raisha Sizdah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Kayla Azalia Putri Rosano Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Khalifa Nur Khaliq Pohan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Rahma Nanda Azizah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.47134/pssh.v3i3.536

Keywords:

Ekofeminisme, Pergerakan Perempuan, Kartini Kendeng, Lingkungan, Vandana Shiva

Abstract

Penelitian ini menganalisis gerakan perempuan Kendeng melalui perspektif ekofeminisme Vandana Shiva untuk memahami bagaimana perempuan membangun perlawanan terhadap eksploitasi lingkungan dalam konteks pembangunan kapitalistik di Indonesia. Seiring dengan semakin parahnya kerusakan lingkungan akibat pertumbuhan industri ekstraktif, perempuan menjadi kelompok yang paling terkena dampak dan juga yang paling vokal dalam menyuarakan penolakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjuangan dari Kartini Kendeng secara amat jelas mencerminkan bagaimana prinsip-prinsip fundamental ekofeminisme Vandana Shiva, termasuk juga kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan, komitmen dan juga terhadap keberlanjutan jangka panjang, penghargaan terhadap keanekaragaman hayati dan budaya, serta kritik tajam terhadap sistem kapitalisme-patriarki yang mendominasi kebijakan pro-industri di Indonesia. Perempuan Kendeng juga telah membangun identitas yang kuat guna sebagai penggerak perubahan yang berani melawan penindasan, berilmu berkat penggunaan pengetahuan lokal tradisional, serta berkomitmen sepenuhnya untuk melindungi lingkungan hidup dan sumber daya alam mereka dari eksploitasi yang berlebihan. Meskipun begitu, mereka tetap menghadapi tantangan struktural signifikan, yaitu seperti dominasi kebijakan yang ekstraktif yang menguntungkan korporasi besar dan minimnya perlindungan negara terhadap lingkungan serta hak-hak masyarakat lokal. Penemuan ini tidak hanya mengokohkan posisi perempuan sebagai pelopor lingkungan dalam perjuangan akar rumput yang berkelanjutan, tetapi juga menyoroti pentingnya penerapan sudut pandang feminisme dalam analisis politik lingkungan saat ini. Metode ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap pertemuan rumit antara gender, sistem kekuasaan patriarkal, dan juga proses kerusakan lingkungan yang terkait dengan kapitalisme ekstraktif, sehingga hasil penelitian ini menciptakan peluang untuk pemahaman menyeluruh yang dapat memicu strategi advokasi yang lebih efektif di masa mendatang.

References

Bendar, A. (2019). Feminisme dan gerakan Sosial. Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender Dan Agama, 13(1), 25-37.

Fuadah, U. N., Sudikan, S. Y., & Tjahjono, T. (2021). Relasi dan eksploitasi tindakan para tokoh terhadap alam dalam novel-novel karya Afifah Afra: Kajian ekofeminisme Vandana Shiva. Jurnal Education and Development, 9(1), 562055.

Giriani, N. P. (2019, August). Relasi alam dan perempuan dalam novel aroma karsa karya dewi lestari: Kajian ekofeminisme. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) (pp. 273-285).

Haris, A., Rahman, A. B. A., & Ahmad, W. I. W. (2019). Mengenal gerakan sosial dalam perspektif ilmu sosial. Hasanuddin Journal of Sociology (HJS), 15-24.

Juanda, J. (2025). Ekofeminisme dan Perjuangan Perempuan Melawan Eksploitasi Lingkungan di Pulau Sangihe. AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra, 26(1), 283-300.

Muliono, M., & Nasuhaidi, N. (2024). Gerakan Sosial Anak Muda dalam Proses Demokrasi Elektoral 2024: Studi Gerakan Protes atas Politik Dinasti. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 9(4), 307-313.

Permatasari, R. Y. A., & Siswadi, G. A. (2022). Ekofeminisme di Indonesia: Sebuah Kajian Reflektif atas Peran Perempuan Terhadap Lingkungan. Purwadita: Jurnal Agama Dan Budaya, 6(1), 59-70.

Safarudin, R., Zulfamanna, Z., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian kualitatif. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 9680-9694.

Yogiswari, K. S. (2018). Corak budaya patriarki dalam perkembangan ilmu dan teknologi perspektif ekofeminisme Vandana Shiva. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 9(2), 135-145.

Prayogi, R. (2019). Karakter antroposentrisme kapitalis dalam eksploitasi alam dan perempuan. Jurnal ELSA, Universitas Muhammadiyah Kotabumi. https://jurnal.umko.ac.id/index.php/elsa/article/download/45/27/53

Fletcher, R., & Rammelt, C. (2019). Decoupling: A key fantasy of the post-2015 sustainable development agenda. Globalizations, 14(2).https://doi.org/10.1080/14747731.2016.1263077

Gemawan. (2023). Perempuan dan alam, identitas baru yang menjaga kehidupan. https://gemawan.org/menjaga-perempuan-dan-alam-demi-kehidupan/

Rifandini, R. (2020). Perempuan dan alam dalam wacana pembangunan dan ekofeminisme. Jurnal PPMI, UNSOED. https://jos.unsoed.ac.id/index.php/ppmi/article/download/3184/1782

Warren, K. J. (2013). Gerakan ekofeminisme dan kritiknya terhadap kapitalisme. Dhanyvironment Blog. http://dhanyvironment.blogspot.com/2013/09/gerakan-ekofeminisme-dan-kritiknya.html

Muryani, K. (2025). Ekofeminisme dan kritik kapitalisme: Perspektif Vandana Shiva. Scribd.https://id.scribd.com/document/862915267/801-Karil-Muryani-Ekofeminisme

Zega, D. C. (2013). Vandana Shiva and ecofeminism: Role of women in protecting nature [Unpublished thesis]. Universitas Indonesia Library.https://lib.ui.ac.id/detail?id=20387495&lokasi=lokal

Candraningrum, D. (2017, March 6). Kendeng dan gerakan ekofeminisme. Mongabay Indonesia.https://mongabay.co.id/2017/03/06/kendeng-dan-gerakan-ekofeminisme/

KMP FISIP UNSOED. (2017, April 21). Ekofeminisme, Kartini Kendeng, dan problem ekologi. Wordpress. https://kmpafisipunsoed.wordpress.com/2017/04/21/ekofeminisme-kartini-kendeng-dan-problem-ekologi/

Roisiah, R. R., & Khasanah, S. U. (2025). Perempuan Dan Alam Dalam Novel Anak “Mata Di Tanah Melus” Karya Okky Madasari: Kajian Ekofeminisme. Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 11(1). Diambil dari https://journal.um-surabaya.ac.id/Pedagogi/article/view/2577

Hidayati, N. (2020). Ekofeminisme dalam perspektif Vandana Shiva dan Musdah Mulia (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya). Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya. [Skripsi]

Shiva, V., & Mies, M. (2005). Ecofeminism; Perspektif Gerakan Perempuan Dan Lingkungan. Yogyakarta: IRE Press. Buku ini menjadi dasar teori ekofeminisme yang menekankan hubungan simbiotik antara perempuan dan alam serta kritik terhadap kapitalisme ekstraktif.

Shiva, V. (1997). Bebas dari Pembangunan: Perempuan, Ekologi, dan Perjuangan Hidup di India. Yogyakarta: Yayasan Obor Indonesia. Buku ini menjelaskan bagaimana perempuan pedesaan memiliki hubungan ontologis dengan alam karena pengetahuan mereka tentang benih, tanah, dan air dibentuk melalui hubungan perawatan, bukan penguasaan.

Fitri, A. I. (2017). Gerakan Sosial Perempuan Ekofeminisme di Indonesia. Jurnal Cosmogov, Universitas Padjadjaran. Artikel ini menelaah bagaimana gerakan sosial perempuan dapat berperan strategis dalam menguatkan perlawanan masyarakat terhadap eksploitasi alam.

Fariz, L. N., & Andhita, P. R. (2020). Wacana ekofeminisme Tirto. Id: Telaah sikap media dalam konflik Kartini Kendeng dengan PT. Semen Indonesia. Jurnal Common, 4(2), 144-160.

Downloads

Published

2025-12-26

How to Cite

Sizdah, R., Putri Rosano, K. A., Khaliq Pohan, K. N., & Nanda Azizah, R. (2025). Ekofeminisme Vandana Shiva dan Gerakan Perempuan Lingkungan di Indonesia: Studi Kasus Perjuangan Kartini Kendeng. Pubmedia Social Sciences and Humanities, 3(3), 12. https://doi.org/10.47134/pssh.v3i3.536

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.