Kepuasan Pengguna SIMRS Rawat Inap di RSUP dr Kariadi Semarang

Authors

  • Hendra Lexmana Politeknik Negeri Jember
  • Selvia Juwita Swari Politeknik Negeri Jember
  • Rossalina Adi Wijayanti Politeknik Negeri Jember
  • Dony Setiawan Hendyca Putra Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.741

Keywords:

SIMRS, EUCS, User Satisfaction

Abstract

RSUP Dr. Kariadi Semarang telah menggunakan SIMRS sejak 2005 untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Namun, masih ditemukan kendala seperti error saat grouping, tidak tersedianya informasi selisih iur biaya naik kelas, belum terintegrasinya Sertifikat Medis Penyebab Kematian (SMPK), tampilan yang membingungkan antara simulasi dan final grouping, serta pencampuran kode ICD 2010 dengan INA-Grouper. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pengguna akhir SIMRS menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 37 responden dengan kuesioner berdasarkan lima aspek EUCS: content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki harapan tinggi terhadap SIMRS, terutama pada aspek content (56,76%) dan accuracy (54,05%). Kenyataan menunjukkan ease of use dan timeliness dinilai sesuai oleh 86,49% responden. Tingkat kepuasan tertinggi terdapat pada ease of use (59,46%) dan format (56,76%), sementara ketidakpuasan tertinggi pada content dan timeliness (51,35%). Disarankan agar rumah sakit menambahkan fitur selisih biaya otomatis, integrasi SMPK, standar kodefikasi ICD nasional, pembaruan tampilan sistem, dan menu bantuan. 

References

[1] Kementerian Kesehatan RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2022.

[2] R. D. Muchtar and N. Yulia, “Tinjauan pengembalian rekam medis rawat jalan dan kecepatan pendistribusian rekam medis ke poliklinik di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang,” Indonesian Health Information Management Journal, vol. 5, no. 1, pp. 109–113, 2017.

[3] Departemen Kesehatan RI, Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia Revisi II. Jakarta, Indonesia: Departemen Kesehatan RI, 2006.

[4] S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta, 2014.

[5] A. S. Wijianto, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Banyuanyar Sampang,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.

[6] P. Fathurrohman and S. Sobri, Strategi Belajar Mengajar. Bandung, Indonesia: PT Refika Aditama, 2007.

[7] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2018.

[8] W. D. Sari, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Purwoharjo,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.

[9] I. Mahbubillah, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Jambesari Bondowoso,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.

[10] S. Mirfat, N. Andadari, and Y. N. N. Indah, “Faktor penyebab keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis di RS X Kabupaten Kediri,” Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit, vol. 6, no. 2, pp. 174–186, 2017. doi: 10.18196/jmmr.6140.

[11] R. N. K. Rohman, “Analisa faktor-faktor penyebab keterlambatan pengembalian berkas rekam medis pasien rawat inap ke unit kerja rekam medis di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo,” Cakra Buana Kesehatan, vol. 7, no. 2, pp. 27–44, 2017.

[12] Erlindai, “Faktor penyebab keterlambatan waktu pengembalian berkas rekam medis rawat inap di RS Estomihi Medan Tahun 2019,” Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda, vol. 4, no. 2, pp. 626–636, 2019. doi: 10.52943/jipiki.v4i2.86.

[13] I. R. Suryawiyanto, “Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Ambunten Tahun 2021,” Undergraduate Thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2022.

[14] M. I. Lutfiah, E. T. Ardianto, A. Deharja, and S. Juwitaswari, “Analisis penyebab keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 3, pp. 403–413, 2021. doi: 10.25047/j-remi.v2i3.2248.

[15] G. Alfiansyah et al., “Faktor penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di rumah sakit,” Jenggala: Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan, vol. 2, no. 1, pp. 54–63, 2023.

[16] D. S. H. Putra and M. A. Darmawan, “Analisis kepuasan pengguna sistem informasi administrasi rumah sakit (SIARS) dengan model DeLone and McLean,” Jurnal Sistem Informasi Bisnis, vol. 11, no. 1, pp. 78–85, 2021. doi: 10.21456/vol11iss1pp78-85.

[17] Jogiyanto, Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta, Indonesia: Andi Offset, 2005.

[18] W. H. DeLone and E. R. McLean, “The DeLone and McLean model of information systems success: A ten-year update,” Journal of Management Information Systems, vol. 19, no. 4, pp. 9–30, 2003. doi: 10.1080/07421222.2003.11045748.

[19] A. Saputra and D. Kurniadi, “Analisis kepuasan pengguna sistem informasi e-campus di IAIN Bukittinggi menggunakan metode EUCS,” Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika), vol. 7, no. 3, pp. 58–66, 2019. doi: 10.24036/voteteknika.v7i3.105157.

[20] F. D. Davis, “Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology,” MIS Quarterly, vol. 13, no. 3, pp. 319–340, 1989, doi: 10.2307/249008.

[21] V. Venkatesh and F. D. Davis, “A theoretical extension of the Technology Acceptance Model: Four longitudinal field studies,” Management Science, vol. 46, no. 2, pp. 186–204, 2000, doi: 10.1287/mnsc.46.2.186.11926.

[22] V. Venkatesh, M. G. Morris, G. B. Davis, and F. D. Davis, “User acceptance of information technology: Toward a unified view,” MIS Quarterly, vol. 27, no. 3, pp. 425–478, 2003, doi: 10.2307/30036540.

[23] W. H. DeLone and E. R. McLean, “Information systems success: The quest for the dependent variable,” Information Systems Research, vol. 3, no. 1, pp. 60–95, 1992, doi: 10.1287/isre.3.1.60.

[24] A. Bhattacherjee, “Understanding information systems continuance: An expectation-confirmation model,” MIS Quarterly, vol. 25, no. 3, pp. 351–370, 2001, doi: 10.2307/3250921.

[25] J. Y. L. Thong, W. H. Hong, and K. Y. Tam, “The effects of post-adoption beliefs on the expectation-confirmation model for information technology continuance,” International Journal of Human-Computer Studies, vol. 64, no. 9, pp. 799–810, 2006, doi: 10.1016/j.ijhcs.2006.05.001.

Downloads

Published

2025-07-09

How to Cite

Lexmana, H., Swari, S. J., Wijayanti, R. A., & Hendyca Putra, D. S. (2025). Kepuasan Pengguna SIMRS Rawat Inap di RSUP dr Kariadi Semarang. Health & Medical Sciences, 2(2), 113–131. https://doi.org/10.47134/phms.v2i2.741

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >> 

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.