Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Rawat Inap di RSU BaliMed Negara Bali

Authors

  • Ni Made Oktin Permata Sari Politeknik Negeri Jember
  • Maya Weka Santi Politeknik Negeri Jember
  • Ervina Rachmawati Politeknik Negeri Jember
  • Sabran Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v1i4.708

Keywords:

Informed Consent, Ketidaklengkapan, Rumah Sakit Umum, Rawat Inap

Abstract

Formulir informed consent penting untuk diiisi lengkap karena mempengaruhi mutu kualitas rekam medis dan pelayanan kesehatan. Rata-rata ketidaklengkapan pengisian informed consent di Rumah Sakit Umum BaliMed Negara Bali Bulan Januari-Juli 2022 sebesar 20,83%. Ketidaklengkapan pengisian informed consent mengakibatkan berkurangnya validitas alat bukti hukum dan utilitas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian informed consent pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum BaliMed Negara Bali. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, CARL, dan brainstorming. Subjek penelitian yaitu 3 dokter, 2 perawat rawat inap, 1 petugas assembling, kepala rekam medis dan sumber daya manusia. Objek penelitian adalah informed consent. Hasil penelitian menunjukkan faktor ability yaitu kurangnya pengetahuan dokter dan perawat, serta belum pernah diadakannya pelatihan pengisian informed consent. Motivation yaitu tidak adanya reward dan punishment bagi dokter dan perawat. Opportunity yaitu belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) dan job desc terkait kelengkapan formulir informed consent. Hasil prioritas masalah yaitu belum terdapat SOP, pelatihan, serta kurangnya pengetahuan dokter dan perawat terkait pengisian formulir informed consent. Upaya perbaikan masalah yaitu membuat, mensosialisasikan, dan memberikan SOP ke setiap poli, serta mengirimkan dokter dan perawat untuk mengikuti pelatihan atau seminar terkait pengisian informed consent.

References

[1] C. Sanggamele, F. K. Kolibu, and F. R. R. Maramis, “Analisis Pengelolaan Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Pancaran Kasih Manado,” Kesmas, vol. 7, no. 4, 2018.

[2] M. K. Wirajaya, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidaklengkapan Rekam Medis Pasien pada Rumah Sakit di Indonesia,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 7, no. 2, p. 165, 2019.

[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2009 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta, Indonesia: Kemenkes RI, 2008.

[4] A. D. Arimbi, I. Muflihatin, and N. Muna, “Analisis Kuantitatif Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Rumkital Dr. Ramelan Surabaya,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 221–230, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i2.2009.

[5] I. A. Pratiwi, E. T. Ardianto, A. Deharja, and I. Muflihatin, “Analisis Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Informed Consent di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 3, no. 3, pp. 203–213, 2022, doi: 10.25047/j-remi.v3i3.2601.

[6] H. Meyyulinar, “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Informed Consent pada Kasus Bedah di Rumah Sakit AL Marinir Cilandak,” Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia, vol. 3, no. 1, pp. 34–45, 2019.

[7] A. D. Arimbi, S. J. Swari, N. Nuraini, I. Muflihatin, and G. Alfiansyah, “Analisis Faktor Kinerja Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Klinik dr. M. Suherman Jember,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 2, pp. 52–60, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i2.2238.

[8] A. Mufidah and K. Syntia, “Analisis Kelengkapan Pengisian Lembar Informed Consent untuk Menunjang Standar Akreditasi di Rumah Sakit TK. II Dr. Ak. Gani Palembang,” Jurnal Sosial Sains, vol. 1, no. 9, pp. 1012–1021, 2021, doi: 10.36418/sosains.v1i9.198.

[9] Kasmir, Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta, Indonesia: PT RajaGrafindo Persada, 2019.

[10] K. D. Febriyani, “Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Ringkasan Masuk dan Keluar Rawat Inap di RS X,” Skripsi, 2022.

[11] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta, Indonesia: Kemenkes RI, 2022.

[12] R. A. Wijayanti and R. P. Amalia, “Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Informed Consent Bedah Rawat Inap Rumah Sakit Paru Jember,” Jurnal Kesehatan, vol. 11, pp. 50–61, 2023.

[13] D. Oktavia, Hardisman, and Erkardius, “Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Lembar Informed Consent Pasien Bedah di Rumah Sakit Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang,” Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 8, no. 1, p. 24, 2020, doi: 10.33560/jmiki.v8i1.246.

[14] N. Amalia, N. Nuraini, A. P. Wicaksono, and R. Prananingtias, “Analisis Penyebab Ketidaksesuaian SPO Pengisian General Consent di Rumah Sakit Universitas Airlangga,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 3, pp. 328–336, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i3.2090.

[15] A. P. Kacaribu, D. Nababan, J. Sinaga, and F. Lina Tarigan, “Pengaruh Faktor Karakteristik, Psikologis dan Organisasi terhadap Kinerja Dokter di Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi Tahun 2021,” Journal of Healthcare Technology and Medicine, vol. 7, no. 2, 2021.

[16] I. Khoiriah, “Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo,” Skripsi, 2017.

[17] Sulaiman and Asanudin, “Analisis Peranan Pendidikan dan Pelatihan dalam Peningkatan Kinerja Pegawai,” Jurnal Akuntanika, vol. 6, no. 1, pp. 13–14, 2020.

[18] N. A. S. Alawiah and D. Sonia, “Analisa Kelengkapan Resume Medis (Discharge Summary) di Rumah Sakit Meilia Cibubur,” Journal of Innovation Research and Knowledge, vol. 1, no. 3, pp. 419–424, 2021.

[19] D. P. Susanto, B. S. Pratama, and T. Hariyanto, “Analysis of Factors Affecting Patient Understanding of Informed Consent in Hospitals,” Indonesian Journal of Health Management, vol. 5, no. 2, pp. 73–81, 2017.

[20] D. Irmatasari, “Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terhadap Kinerja Pegawai,” Skripsi, 2019.

[21] S. R. O. Sandy and Faozen, “Pengaruh Reward dan Punishment serta Rotasi Pekerjaan terhadap Motivasi Kerja untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Hotel di Jember,” Kepariwisataan dan Hospitalitas, vol. 1, no. 2, 2017.

[22] M. Asmoro, K. P. Ningsih, S. Wuryanto, Z. K. Purbobinuko, and L. Widjaja, “Kelengkapan Pengisian Ringkasan Pasien Pulang di RSU Kharisma Paramedika Kulon Progo,” Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 1, pp. 1–7, 2020.

[23] A. K. Putri, I. Nurmawati, M. W. Santi, and S. J. Swari, “Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap,” Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, vol. 13, no. 4, pp. 894–901, 2022.

[24] D. F. A. Lestari and I. Muflihatin, “Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Puskesmas Kotaanyar,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 1, pp. 134–142, 2020.

[25] Sucipto, “Tinjauan Kelengkapan Pengisian Resume Rawat Inap di Rumah Sakit Bhineka Bakti Husada,” vol. 1, no. 1, pp. 15–25, 2022.

[26] I. Wingdes, “Pemahaman Proses Bisnis dan Job Description,” in Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SNPMas), 2019, pp. 96–102.

[27] F. Ulfah and H. Maryati, “Gambaran Kinerja Petugas Rekam Medis di RSUD Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2018,” Promotor, vol. 3, no. 2, p. 204, 2020, doi: 10.32832/pro.v3i2.4170.

[28] S. F. Nabila, M. W. Santi, and A. Deharja, “Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim Akibat Koding Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo,” J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 4, pp. 519–528, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i4.2157.

[29] A. C. Santoso, “Strategi Pemasaran dengan Mengurangi Komplain Konsumen pada UKM SKD,” in Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Unisbank, 2017, pp. 151–158.

[30] L. D. Wati, Budimawan, and M. H. Jamil, “Efektivitas Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal Berbasis Masyarakat di Kota Makassar,” Jurnal Analisis, vol. 6, no. 2, pp. 169–177, 2017.

[31] D. Darningwati, Y. Lestari, and B. Sulistyo, “Keefektifan Penerapan Metode Brainstorming untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa dalam Menulis Teks Berita,” KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, vol. 4, no. 1, pp. 52–66, 2020, doi: 10.24176/kredo.v4i1.4127.

Downloads

Published

2024-08-08

How to Cite

Oktin Permata Sari, N. M., Santi, M. W., Rachmawati, E., & Sabran, S. (2024). Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Rawat Inap di RSU BaliMed Negara Bali. Health & Medical Sciences, 1(4), 23–40. https://doi.org/10.47134/phms.v1i4.708

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.