Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Rekam Medis di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember

Authors

  • Roudhotul Falah Politeknik Negeri Jember
  • Maya Weka Santi Politeknik Negeri Jember
  • Novita Nuraini Politeknik Negeri Jember
  • Sabran Politeknik Negeri Jember
  • Rika Furi Retnoningrum Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v2i4.758

Keywords:

Misfile, Perilaku, Rekam Medis, Rumah Sakit

Abstract

Jumlah misfile di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember pada tahun 2022 sebesar 2,85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya misfile di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember, menganalisis prioritas masalah menggunakan CARL (Capability, Accessibility, Readiness, Leverage), dan upaya perbaikan menggunakan brainstorming. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala rekam medis, enam petugas filing, dan tiga perawat ruangan Nusa Indah. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan brainstorming. Hasil penelitian yaitu kurangnya pengetahuan petugas, petugas filing yang berlatar belakang pendidikan Sekolah Menengah Atas dan belum pernah mengikuti pelatihan rekam medis, belum disiplinnya petugas, belum terhubungnya komputer di unit filing dengan genset, rak penuh, serta sebagian petugas filing belum memahami dan mengetahui isi dari standar operasional prosedur yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan prioritas masalah didapatkan hasil yaitu belum disiplinnya petugas, kurangnya pengetahuan petugas, dan rak penuh. Solusi untuk menyelesaikan masalah yaitu perlu adanya surat keputusan tentang pemberian reward dan punishment bagi petugas, memberikan pelatihan tentang rekam medis kepada petugas, serta melaksanakan retensi dan penyimpanan rekam medis diganti menjadi rekam medis elektronik.

References

[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2014 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien. Jakarta, Indonesia: Kemenkes RI, 2014.

[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta, Indonesia: Kemenkes RI, 2022.

[3] Budi and S. C. Citra, Manajemen Unit Kerja Rekam Medis. Yogyakarta, Indonesia: Quantum Sinergis Media, 2011.

[4] T. G. Wati and N. Nuraini, "Analisis kejadian missfile berkas rekam medis rawat jalan di Puskesmas Bangsalsari," J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 1, pp. 23–30, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i1.1932.

[5] N. Oktavia, Djusmalinar, and F. T. Damayanti, "Analisis penyebab terjadinya missfile dokumen rekam medis rawat jalan di ruang penyimpanan (filing) RSUD Kota Bengkulu tahun 2017," Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 6, no. 2, pp. 79–86, 2018, doi: 10.33560/jmiki.v6i2.190.

[6] N. Sawondari, E. T. Ardianto, A. Deharja, and G. Alfiansyah, "Analisis faktor penyebab terjadinya missfile di bagian filing Puskesmas Dringu Kabupaten Probolinggo," J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 3, pp. 425–435, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i3.2247.

[7] W. Widiyanto, G. Alfiansyah, and D. R. P. Mudiono, "Analisis penyebab tidak ditemukannya dokumen rekam medis bagian riset RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta," J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 1, no. 3, pp. 208–215, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v1i3.2046.

[8] D. Syahbaniar, R. A. Wijayanti, F. Erawantini, and E. T. Ardianto, "Analisis faktor-faktor penyebab kejadian missfile di Puskesmas Kademangan Kabupaten Bondowoso," J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 288–296, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i2.2201.

[9] M. Yovita, U. Hasanah, and R. Chairunnisah, "Gambaran waktu penyediaan dokumen rekam medis di Puskesmas Karang Pule Kota Mataram," Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 53–59, 2019, doi: 10.31983/jrmik.v2i2.5344.

[10] F. T. Salim, A. Deharja, and E. Rachmawati, "Evaluasi kejadian missfile rekam medis menggunakan metode Focus PDCA di RSUP Sanglah," J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 1, pp. 50–56, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v2i1.2115.

[11] B. A. L. Putra and R. A. Setjaningsih, "Evaluasi manajemen dokumen rekam medis di filing aktif rumah sakit swasta Kabupaten Semarang," VISIKES: Jurnal Kesehatan, vol. 20, no. 1, pp. 127–137, 2021, doi: 10.33633/visikes.v20i1.4522.

[12] S. A. Cahyani, A. P. Wicaksono, N. Nuraini, and R. Prananingtias, "Analisis sistem pengendalian berkas rekam medis di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya," J-REMI: Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 231–243, 2021, doi: 10.25047/j-remi.v2i2.2010.

[13] A. D. Rosalin and L. Herfiyanti, "Ketepatan pengembalian rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal," Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, vol. 1, no. 7, pp. 775–783, 2021, doi: 10.59141/cerdika.v1i7.117.

[14] S. Notoatmodjo, Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta, 2010.

[15] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/312/2020 tentang Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Jakarta, Indonesia: Kemenkes RI, 2020.

[16] R. T. Ramadani, "Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi missfile berkas rekam medis pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Probolinggo," Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember, Jember, Indonesia, 2017.

[17] S. A. Meliala, D. S. R. Rangkuti, and R. Sumanjaya, "Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya duplikasi penomoran rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru tahun 2020," INFOKES, vol. 6, no. 2, pp. 60–67, 2022.

[18] P. Anonyma and Y. N. Rahmayanti, "Pengaruh pelatihan kader tentang 5M dan pengukuran saturasi oksigen terhadap tingkat pengetahuan COVID-19," INFOKES, vol. 13, no. 1, pp. 40–45, 2023.

[19] I. Ernawati, "Pengaruh layanan informasi dan bimbingan pribadi terhadap kedisiplinan siswa kelas XII MA Cokroaminoto Wanadadi Banjarnegara tahun ajaran 2014/2015," G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, vol. 1, no. 1, pp. 1–13, 2019.

[20] Y. F. Maryati and N. Hidayah, "Determinan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap standar operasional rekam medis dalam membangun budaya keselamatan pasien," JMK, vol. 7, no. 1, pp. 125–136, 2021.

[21] N. Puspita and A. Tarmansyah Iman, "Literature review faktor penyebab keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan," Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, vol. 5, no. 1, pp. 1–11, 2022, doi: 10.31983/jrmik.v5i1.7962.

[22] H. H. Ridha Hidayat, "Pengaruh pelaksanaan SOP perawat pelaksana terhadap tingkat kecemasan pasien di rawat inap RSUD Bangkinang," Ners, vol. 3, no. 2, pp. 1–23, 2019.

[23] A. Budiana, D. R. Dewi, L. Indawati, and L. Widjaja, "Gambaran ketepatan waktu penyediaan rekam medis rawat jalan di RSUP Fatmawati tahun 2021," Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 62–68, 2022, doi: 10.54259/sehatrakyat.v1i1.890.

[24] R. C. Tyas, "Penentuan prioritas masalah kesehatan dan jenis intervensi di RW 13 dan RW 14 Kelurahan Ampel Kecamatan Semampir Surabaya tahun 2018," Jurnal Penelitian Kesehatan, vol. 18, no. 1, pp. 10–13, 2020, doi: 10.35882/jpk.v18i1.2.

Downloads

Published

2025-08-08

How to Cite

Falah, R., Santi, M. W., Nuraini, N., Sabran, S., & Retnoningrum, R. F. (2025). Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Rekam Medis di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember. Health & Medical Sciences, 2(4), 71–84. https://doi.org/10.47134/phms.v2i4.758

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>