Prevalensi dan Faktor Risiko Neuropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Durasi Penyakit Lebih Dari Lima Tahun di Klinik Diabetes Melitus RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

Authors

  • Ahmad Kahfi Lutfi Jamaludin Universitas Jenderal Soedirman
  • Pugud Samodro Universitas Jenderal Soedirman
  • Yosefin Ratnaningtyas Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.47134/phms.v3i3.635

Keywords:

Diabetes Melitus Tipe 2, Faktor Risiko, Neuropati Diabetik, Prevalensi

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis yang sering memicu kerusakan saraf perifer (neuropati diabetik). Kondisi ini menyebabkan nyeri hingga penurunan kualitas hidup, terutama pada pasien yang sudah mengidap diabetes lebih dari 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian (prevalensi) serta faktor risiko neuropati diabetik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 141 pasien DMT2 dengan riwayat penyakit di atas 5 tahun dilibatkan sebagai sampel. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik berganda). Angka kejadian neuropati diabetik ditemukan sangat tinggi, yakni mencapai 80% dari total pasien. Secara statistik, hipertensi terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kerusakan saraf ini (p < 0,05). Sebaliknya, faktor status gizi, dislipidemia, kebiasaan merokok, dan kontrol gula darah tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Berdasarkan uji akhir multivariat, hipertensi diidentifikasi sebagai faktor risiko yang paling dominan memengaruhi munculnya neuropati diabetik. Pasien DMT2 yang sudah sakit lebih dari 5 tahun memiliki risiko neuropati diabetik yang sangat tinggi, di mana tekanan darah tinggi (hipertensi) bertindak sebagai faktor pemicu utamanya.

References

American Diabetes Association. (2023). Diabetes care: The journal of clinical and applied research and education. Diabetes Care, 46(1), 1–285.

Asram, A., Hidayati, P. H., Mulyadi, F. E., Yanti, A. K. E., & Iskandar, D. (2024). Hubungan hipertensi dengan neuropati diabetik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 38–44. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i2.25692

Artini, K. S., & Wicahyo, S. M. (2024). Peningkatan pengetahuan lansia tentang manajemen diabetes mellitus. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 443–448. https://doi.org/10.54082/ijpm.647

Chang, K., Pai, Y., Lin, C., & Lee, I. (2023). The association between hyperlipidemia lipid-lowering drugs and diabetic peripheral neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitus. PLoS ONE, 15(6), 1–15. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0287373

Choi, D., Kim, B. Y., Jung, C. H., Kim, C. H., & Mok, J. O. (2021). Association between sleep quality and painless diabetic peripheral neuropathy assessed by current perception threshold in type 2 diabetes mellitus. Diabetes and Metabolism Journal, 44(1), 358–367. https://doi.org/10.4093/dmj.2019.0219

Dinas Kesehatan Banyumas. (2024). Profil Dinas Kesehatan Banyumas 2024. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.

Dubský, M., Sojáková, D., Fejfarová, V., & Jude, E. B. (2025). Diabetic peripheral neuropathy: New diagnostics and treatment perspectives. Drugs & Aging, 42(9), 1–20. https://doi.org/10.1007/s40266-025-01267-5

Entika, R. H. (2017). Hubungan status gizi dan sindrom metabolik dengan kejadian komplikasi pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Solo.

Faiqotunnuriyah, F., & Cahyati, W. H. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kejadian neuropati diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Jurnal Kesmas Indonesia, 13(1), 64–76. https://doi.org/10.20884/1.ki.2021.13.1.3227

Fajriati, A. M. (2021). Hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 di Kota Surakarta (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Solo.

Hanifah, A., Basuki, M., & Faizi, M. (2022). Hubungan antara kadar HbA1C dengan hasil sural radial amplitude ratio (SRAR) pada pasien DM tipe 1 dengan neuropati diabetik perifer. Aksona, 1(1), 29–33. https://doi.org/10.20473/aksona.v1i1.98

Harsa, I. M. S., Andiani, A., Wiradinata, H., Sulistiawati, S., Shanty, N. P. C. E., & Zahiroh, V. N. (2024). Edukasi upaya mencegah kejadian nyeri neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan dislipidemia di Puskesmas Trowulan Kabupaten Mojokerto. Journal of Community Development, 4(3), 181–187. https://doi.org/10.47134/comdev.v4i3.169

Hasyim, H., Wangi, H., & Sartika, S. D. (2025). Faktor risiko kejadian neuropati diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang dirawat jalan di poliklinik penyakit dalam RS Hikmah Makassar. Bosowa Medical Journal, 1(2), 77–81. https://doi.org/10.56326/bmj.v1i2.2480

Juster-Switlyk, K., & Smith, A. G. (2025). Updates in diabetic peripheral neuropathy. F1000Research, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.12688/f1000research.7898.1

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Kementerian Kesehatan RI.

Labib Bima, M., Muhammad, M., Rahmayani, F., & Mutiara, H. (2023). Diagnostik, faktor risiko, dan tatalaksana neuropati diabetik. Medula, 13(4), 59–65. https://doi.org/10.53089/medula.v13i1.555

Lisa, M., Istarini, A., Syauqy, A., Natasha, N., & Shafira, A. (2025). Hubungan kadar gula darah sewaktu dengan neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Neurona, 41(4), 106–109. https://doi.org/10.71203/jrkk.v2i3.37

Marsiano, A. V., & Wahyuliati, T. (2025). Hubungan kadar HbA1c dengan neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus. Multidisciplinary Scientific Journal, 3(1), 86–94. https://doi.org/10.57185/mutiara.v3i1.316

Matasak, V. B. M., Siwu, J. F., & Bidjuni, H. (2018). Hubungan kadar HbA1c dengan neuropati diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Kimia Farma Husada Sario Manado. E-Journal Keperawatan, 6(1), 1–6.

Pera, S., Melya, S., & Ferry, I. K. (2025). Hubungan status gizi dengan komplikasi diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah. Nusantara Hasana Journal, 5(3), 423–429.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2021. PB PERKENI.

Rachman, S. K., Bhatara, T., & Hendryanny, E. (2021). Scoping review: Hubungan kontrol glikemik (HbA1C), durasi penyakit, dan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe II dengan kejadian neuropati diabetik. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains, 3(2), 207–214. https://doi.org/10.29313/jiks.v3i2.7340

Rif'at, I. D., Hasneli N, Y., & Indriati, G. (2023). Gambaran komplikasi diabetes melitus pada penderita diabetes melitus. Jurnal Keperawatan Profesional, 11(1), 52–69. https://doi.org/10.33650/jkp.v11i1.5540

Selano, M. K. (2021). Hubungan lama menderita dengan kejadian neuropati diabetikum pada pasien diabetes melitus. Jurnal SMART Keperawatan, 8(2), 129–134. https://doi.org/10.34310/jskp.v8i2.505

Setianingsih, F. (2016). Hubungan antara hipertrigliserid dengan neuropati diabetik (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.

Sholikhah, M. N., & Purwanti, O. S. (2025). Relationship between smoking behavior and the incidence of diabetic peripheral neuropathy. Jurnal Keperawatan Florence Nightingale (JKFN), 8(1), 40–47. https://doi.org/10.52774/jkfn.v8i1.345

Sri Rahmi, A., Syafrita, Y., & Susanti, R. (2022). Hubungan lama menderita DM tipe 2 dengan kejadian neuropati diabetik. Junior Medical Journal, 10(1), 20–25.

Suharni, K., Triulandari, D., & Zulkarnaini, A. (2020). Karakteristik faktor-faktor risiko terjadinya neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2019–2020. Scientific Journal, 1(2), 96–102. https://doi.org/10.56260/sciena.v1i2.38

Tanhardjo, J. P., Sari, R. T., & Kurnia, L. (2016). Perbandingan rerata kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus dengan neuropati dan tanpa neuropati sensori motor. Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana, 1(2), 127–136. https://doi.org/10.21460/bikdw.v1i2.13

Wijaya, V. O., Pinzon, R. T., & Paramitha, D. (2022). Peran suplementasi vitamin D sebagai terapi tambahan pada neuropati diabetik: Sebuah telaah literatur. Cermin Dunia Kedokteran, 49(2), 44–47. https://doi.org/10.55175/cdk.v49i0.1968

Yulia Devi, P., Eltrikanawati, T., & Ariyani, A. (2022). Hubungan kadar gula darah dengan gangguan neuropati perifer pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(4), 12–16. https://doi.org/10.30651/jkm.v7i4.15667

Downloads

Published

2026-05-21

How to Cite

Lutfi Jamaludin, A. K., Pugud Samodro, & Yosefin Ratnaningtyas. (2026). Prevalensi dan Faktor Risiko Neuropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Durasi Penyakit Lebih Dari Lima Tahun di Klinik Diabetes Melitus RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto . Health & Medical Sciences, 3(3), 1–14. https://doi.org/10.47134/phms.v3i3.635

Issue

Section

Articles

Categories

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.