Hubungan Tinggi Badan Ibu, Panjang Badan Lahir, Jenis Kelamin dan Riwayat Diare dengan Kejadian Stunting pada Balita

Authors

  • Zulfa Nailus Sa’adah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Hesty Widowati Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Evi Rinata Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Paramitha Amelia Kusumawardani Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.47134/jchnp.v1i1.481

Keywords:

Tinggi Badan Ibu, Panjang Badan, Jenis Kelamin, Riwayat Diare, Stunting

Abstract

Masalah stunting masih menjadi permasalahan karena dapat berdampak pada otak serta pertumbuhan balita, tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan ibu, panjang badan lahir, jenis kelamin dan riwayat diare dengan kejadian stunting. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan desain case control dengan sampel balita stunting usia 24-59 bulan yang ada di puskesmas ganting, subjek penelitian ditentukan menggunakan multi stage random sampling dan didapatkan 160 responden. Hasil penelitian menunjukan nilai yang signifikan antara tinggi badan ibu P=0,000<0,05 kemudian variabel panjang badan lahir menunjukan nilai yang tidak signifikan p=1,000>0,05 demikian pula variabel jenis kelamin juga menunjukan nilai yang tidak signifikan p=1,000>0,05 untuk variabel riwayat diare menunjukan nilai yang signifikan p=0,000<0,05. Simpulan menunjukan adanya hubungan antara tinggi badan ibu dan riwayat diare dengan kejadian stunting, sedangkan panjang badan lahir dan jenis kelamin menunjukan tidak adanya hubungan dengan kejadian stunting.

References

Akib, S. N., Devi, R., & Syahriani. (2022). Hubungan panjang badan lahir dan berat badan lahir dengan terjadinya stunting pada balita di daerah lokus dan non lokus stunting di Kabupaten Sidrap. Sehat Rakyat, 1(3), 1–6. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i3.1080

Anggraeni, A. D. A., Yulis, Z. E., & Yasin, H. K. M. (2020). Hubungan berat badan lahir, panjang badan lahir dan jenis kelamin dengan kejadian stunting. Indonesian Journal of Health Science, 12(1), 1–6. https://doi.org/10.32528/ijhs.v12i1.4856

Anwar, S., & Winarti, E. (2022). Systematic review faktor resiko, penyebab dan dampak stunting pada anak. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 1–7. https://doi.org/10.32831/jik.v11i1.445

Baidho, Y. Y. P., Wahyuningsih, F., & Sucihati, F. (2021). Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 0–59 bulan di Desa Argodadi Sedayu Bantul. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 17(1), 1–9. https://doi.org/10.37058/jkki.v17i1.2227

Dasantos, P. T., & Dimiati, H. (2020). Hubungan berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Pidie. Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 6(2), 1–15. https://doi.org/10.29103/averrous.v6i2.2649

Jakri, A. A., Yohanes, & Ningsih, O. S. (2022). Hubungan kualitas sanitasi dan penyakit diare terhadap kejadian stunting pada anak umur 2–5 tahun di Puskesmas Bea Muring Kabupaten Manggarai Timur. Malahayati Nursing Journal, 4(8), 1–12. https://doi.org/10.33024/mnj.v4i8.7094

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Profil kesehatan Indonesia 2017. Kementerian Kesehatan RI. https://doi.org/10.1002/qj

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf

Ramadhan, S. Y., Haris, M., & Salawati, L. (2020). Hubungan tinggi badan ibu, sosial ekonomi dan asupan sumber zinc dengan kejadian stunting pada anak usia 3–5 tahun di Puskesmas Kopelma Darussalam. Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 6(1), 1–11. https://doi.org/10.29103/averrous.v6i1.2661

Riza, F. A. S. (2020). Hubungan pekerjaan ibu, jenis kelamin, dan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita 6–59 bulan di Bangka Selatan. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.32922/jkp.v8i1.92

Sekarini. (2022). Kejadian stunting pada balita ditinjau dari karakteristik umur dan jenis kelamin. Jurnal Medika Alkhairaat, 12(1), 1–5. https://doi.org/10.37413/jmakia.v12i1.186

Sholeha, A. (2022). Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo tahun 2022. Hippocrates Journal of Public Health, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.22487/htj.v9i1.575

Solin, S. N., Rohdalya, A., & Hasanah, O. (2019). Hubungan kejadian penyakit infeksi terhadap kejadian stunting pada balita 1–4 tahun. [Conference Paper], 1–7. https://bit.ly/3LrvqKj

SSGI. (2022). Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementerian Kesehatan RI.

https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/attachments/09fb5b8ccfdf088080f2521ff0b4374f.pdf

Sunata, M. M., Suryawan, I. W. B., Agung, A., & Widiasa, M. (2021). The relationship between nutritional status, severity of diarrhea, and length of stay among pediatric patients with diarrhea in Wangaya Regional General Hospital. International Journal of Scientific Medicine, 12(3), 944–947. https://doi.org/10.15562/ism.v12i3.1163

Tafesse, T. G., Temesgen, A., Yoseph, A., & Mayiso, K. (2021). Factors associated with stunting among children aged 6–59 months in Bensa District, Sidama Region, South Ethiopia: Unmatched case-control study. BMC Pediatrics, 21(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12887-021-03029-9

Tsaralatifah, R. (2020). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada baduta di Kelurahan Ampel Kota Surabaya. Amerta Nutrition, 4(2), 171–177. https://doi.org/10.20473/amnt.v4i2.2020.171-177

UNICEF. (2013). Improving child nutrition: The achievable imperative for global progress. UNICEF.

Usman, A., Sudrayani, & Salma, W. O. (2021). Evaluasi kejadian stunting pada balita yang memiliki riwayat diare dan ISPA di Puskesmas Rumbia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 13(3), 1–9. https://doi.org/10.36089/job.v13i3.410

WHO. (2014). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. Canadian Pharmacists Journal, 122(2), 1–12. https://doi.org/10.7591/cornell/9781501758898.003.0006

WHO. (2018). Levels and trends in child malnutrition. World Health Organization. https://data.unicef.org/wp-content/uploads/2018/05/JME-2018-brochure-web.pdf

Winda, A. F., Agrifa, S., & Fauzan, S. (2021). Tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada balita: Literature review. Jurnal Pendidikan Ners, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.26418/jpn.v6i1.48107

Wu, H., Ma, C., Yang, L., & Xi, B. (2021). Association of parental height with offspring stunting in 14 low- and middle-income countries. Frontiers in Nutrition, 8, 650976. https://doi.org/10.3389/fnut.2021.650976

Yuningsih, D. P. (2022). Hubungan jenis kelamin terhadap kejadian stunting. Jurnal Midwifery and Nursing, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.56013/jurnalmidz.v5i1.1365

Yuwanti, M. M. S., & Mulyaningrum, F. M. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi stunting pada balita di Kabupaten Grobogan. Jurnal Cendekia Utama, 10(1), 1–11. https://doi.org/10.31596/jcu.v10i1.704

Olo, W. R., Annita, & Mediani, H. S. (2021). Hubungan faktor air dan sanitasi dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1–14. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.521

Downloads

Published

2025-09-25

Issue

Section

Articles