Analisa Uji Kerut Bagian Depan Sepatu Ditinjau Dari Oven Dan Temperatur Steam
DOI:
https://doi.org/10.47134/pslse.v1i4.687Keywords:
Wrinkle, Oven, HeaterAbstract
Wrinkle h dilakukan terdapat cacat yang terjadi pada saat proses perakitan upper sepatu yaitu cacat kerutan pada bagian toe cap pada saat proses toe last. Masalah timbul karena beberapa faktor sehingga dilakukan perbaikan pada bagian toe agar mengurangi wrinkle yang telah diterapkan oleh perusahaan. Usulan pada perbaikan sepatu bagian toe cap terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk memperbaiki cacat kerut pada bagian toe cap sepatu, digunakan dengan cara memanaskan kembali bagian toe cap kemudian dilakukan perbaikan kembali untuk menyempurnakan bentuk sepatu bagian toe ca, dan juga dilakukan pembongkaran yang kemudian ditarik kembali dengan mesin toe last apabila bentuk kerutan pada bagian toe cap terlalu banyak.
References
Alfina, Y. (2020). Sepatu, p. 57.
Asfan, M. (2020). Majalah Kulit Politeknik ATK Yogyakarta, 19(2), 44–62.
Bakti, C. S., & Lauhmahfudz, M. E. (2018). Penerapan Metode Six Sigma dan Perbaikan Kerja pada Pengendalian Kualitas Sepatu CV. CIR. Jurnal STT Yuppentek, 9(1), 49–57.
Bittari, U. F., & Widharto, Y. (2021). Kualitas dan meminimalisir aktivitas repair produk sepatu pada departemen assembly (Studi Kasus: PT Pelita Tomangmas).
Dewantari, N. M., Mariawati, A. S., Alamsyah, R. N., Umyati, A., Herlina, L., & Sonda, A. (2024). Analisis Potensi Bahaya pada PLTU Banten 2 Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA). Journal of System Engineering and Management, 3(1), 40–44. Available: http://dx.doi.org/10.62870/joseam.vxix.24948
Firmansyah, H. N., Anggoro, A. B., & Safriana, E. (2021). Kajian Awal Material Pembuat Toe Cap (Safety Shoes) menggunakan Metode Elemen Hingga. Jurnal Rekayasa Mesin, 16(3), 379. doi:10.32497/jrm.v16i3.2955
Murti, R. S., Susanto, H. B., & Pratiwi, A. D. (2020). Penerapan sistem penyamakan kombinasi krom pada kulit ikan kakap merah (Lutjanus sp.) untuk bahan kulit atasan sepatu wanita. Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 36(2), 45. doi:10.20543/mkkp.v36i2.6215
P. Studi et al. Perbaikan kualitas sepatu dengan metode Five Whys Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk.
Sepatu, B. (2008). Merupakan bagian alas atau bawah dari sepatu atau disebut juga dengan.
Sri, R., Yuliana, P. E., & Kelvin, K. (2022). Penerapan Metode Six Sigma untuk Analisis Pengendalian Kualitas Produk Sepatu pada Industri Sepatu di Sidoarjo. Jurnal Teknik Industri, 25(1), 27–37.
Widari, W., Rambat, R., & Suparti, S. (2013). Pembuatan kulit atasan sepatu bebas krom. Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 29(2), 99. doi:10.20543/mkkp.v29i2.197
Wicaksana, A., & Rachman, T. (2018). 済無 No Title No Title No Title. Angewandte Chemie International Edition, 3(1), 10–27. Available: https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf
Wulandari, D., Erwanto, Y., Pranoto, Y., et al. (2022). Article. April 2022.
X. Sepatu Menggunakan FMEA dan Studi Waktu di PT, Erni, N., & Ni Luh, A. (2016). Usulan penurunan tingkat cacat pada area perakitan sepatu menggunakan FMEA dan studi waktu di PT. X. Jurnal Inovisi TM, 12, 96.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Restu Agung Istighfarin, Prantasi Harmi Tjahjanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



